Breaking News:

Arab Saudi Sudah Bidik 3 Kota di Indonesia untuk Kembangkan Kemampuan Ini

Arab Saudi berencana untuk membuka tiga institusi berbahasa Arab di Indonesia.

Editor: Kamri
Capture Youtube
Pada hari kedua kunjungannya ke Indonesia, Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud hadir di gedung DPR/MPR untuk menyampaikan pidato politik. 

POSBELITUNG.COM - Arab Saudi berencana untuk membuka tiga institusi berbahasa Arab di Indonesia.

Dikutip dari Arab News, duta besar Indonesia di Arab Saudi mengatakan, tujuan dari hal ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Arab di Indonesia.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud disambut Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di landasan pacu VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia kali ini setelah 47 tahun lalu dalam rangka kerja sama bilateral Indonesia - Arab Saudi.
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud disambut Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di landasan pacu VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia kali ini setelah 47 tahun lalu dalam rangka kerja sama bilateral Indonesia - Arab Saudi. (KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)

Ia juga menekankan, hal ini tidak memiliki pengaruh radikal.

"Mereka hanya akan membagikan instruksi dengan Bahasa Arab. Kami takkan membiarkan oknum-oknum untuk memanfaatkan institusi ini," ujar Agus Muftah Abegebriel pada Arab News hari Selasa (28/2/2017) lalu.

Baca: Begini Cara Dilakukan Raja Arab Saudi untuk Mengambil Hati Bung Karno

Baca: Sosok Pria Gundul Dampingi Raja Salman Sorot Matanya Tajam, Kemampuannya Komplet

Baca: Lihat Sisi Lain Pangeran dan Putri Kerajaan, Hobi dan Kegiatan Unik Mereka yang Bikin Kagum

Institusi Bahasa Arab ini akan didirikan di tiga kota, yaitu Makasar, Medan, dan Surabaya.

"Di Jakarta sudah ada Islamic and Arabic College of Indonesian. Institusi itu adalah cabang dari Imam Muhammad bin Saud Islamic University di Riyadh," ujarnya.

"Melalui institusi itu, para murid belajar Bahasa Arab selama dua tahun sebelum mengambil S1 di Studi Islami," tambahnya.

"Kami akan membukanya dua atau tiga minggu lagi, karena kami sudah mendapatkan persetujuan dari Raja Salman," ujar Al-Shuaibi menambahkan.

Ia pun menjelaskan, mereka seharusnya sudah membuka institusi itu sejak semester kedua.

Sayang sekali, karena kendala teknis mereka harus mengundurnya. (TribunWow.com/Alya Iqlima)

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved