Breaking News:

Kerajaan Arab Saudi Kepincut Investasi di Belitung Karena Ini

Bupati Belitung menjelaskan sejumlah faktor yang membuat Kerajaan Arab Saudi tertarik untuk berinvestasi ke Belitung

Kerajaan Arab Saudi Kepincut Investasi di Belitung Karena Ini
IST
Pulau Lengkuas dan Raja Salman

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) mengatakan ada beberapa faktor yang membuat kerajaan Arab Saudi kepincut berinvestasi di Belitung.

"Yang pertama karena akses menuju Belitung sangat mudah, apalagi bandara kita sekarang sudah internasional. Dari bandara itu aksesnya dekat semua, dan Belitung terbilang daerah yang strategis," kata Sanem kepada posbelitung.com, Senin (6/3/2016).

Selain itu, kata dia, yang memiliki daya tarik di Belitung saat ini adalah telah ada infrastruktur dasar seperti ketersediaan air bersih, daya listrik dan telekomunikasi untuk mendukung pengembangan investasi.

Baca: Raja Salman Tertarik Investasi Pariwisata dan Kilang Minyak di Belitung?

Baca: Bupati Belitung: Arab Saudi tak Beli Tanah Tapi Kelola Pariwisata

"Listrik kita sekarang sudah melebihi penggunaan, air bersih sekarang embug sedang dibangun, telekomunikasi sudah lengkap semua. Yang jelas kita siap menerima investasi dari Kerajaan Arab Saudi, dan ini memang sudah perintah dari negara," jelasnya.

Bagaimana dengan Sumber Daya Manusia (SDM)?. Sanem menyadari jika berbicara SDM secara keseluruhan tidak akan pernah siap.

Namun ia meyakini bahwa masyarakat Belitong merupakan orang-orang yang bisa mengimbangi perkembangan daerah.

Baca: Desa se Belitung Terima Duit Rp 1,2 Milyar

"Kalau itu kita sadarilah, ya istilahnya dasar awal memproklamirkan Indoensia ini juga berapa orang sarjana. Tapi pada fakta nya itu semua berkesinambungan, SDM kita ini khususnya orang Belitong ini pintar-pintar, cuma susah mau sekolah saja," ujarnya.

Ia mencontohkan, SDM Belitung yang dulu mayoritas penambang dan memiliki perekonomian yang instan, namun dengan program sektor kepariwisataan, kini masyarakat bisa mengimbangi perihal tersebut.

"Dulu tidak ada UKM - UKM tumbuh dan berkembangan. Sekarang sejak pariwisata mulai tumbuh dan berkembang, buktinya bisa mengimbangi. Karena kalau kita berbicara sdm kita tidak akan pernah siap," pungkasnya. (*).

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved