Breaking News:

Permintaan Batu Satam Kian Menurun

Batu berwarna hitam pekat yang kerap dijadikan akseroris ini mulai mengalami penurunan permintaan.

Pos Belitung/Disa Aryandi
Batu satam 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Krisyanidayati

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Batu satam yang merupakan ikon cinderamata dari Negeri Laskar Pelangi pamornya tak sekuat dulu.

Batu berwarna hitam pekat yang kerap dijadikan akseroris ini mulai mengalami penurunan permintaan.

Hal itu diungkapkan Manager Galeri KUMKM Belitung, Sulaiman Ichsan. Menurutnya penurunan permintaan batu satam di galeri menurun drastis mencapai 50 persen.

"Untuk satam kita mengalami penurunan omset di Galeri, penurunnya cukup tajam sekitar 50 persen. Mungkin karena mas batu yang kemarin booming sekarang sudah habis masanya," kata Sulaiman ditemui Pos Belitung, beberapa waktu lalu.

Sulaiman menduga, meredupnya permintaan satam dipengaruhi oleh turunnya pamor batu-batuan yang sebelumnya digilai masyarakat.

"Mungkin terpengaruh dengan tidak booming, peningkatan batu satam ini kan berbarengan dengan boomingnya batu akik dan lainnya. Tapi mungkin juga Sistem penjualan yang tidak sama, penetapan harga yanhg tidak sama dilapangan," katanya.

Sulaiman mengatakan ada berbagai macam bentuk yang dijual di Galeri KUMKM, mulai dari batunya, ada yang sudah dibentuk dalam aksesoris seperti gelang, cincin, maupun liontin.

"Ada yang masih natural, ada juga yang sudah diolah satamnya. Karena ini ikon Belitung, harus dimainkan pop marketingnya kalau batu ini autentik batu khas Belitung," katanya.

Ia menyebutkan pihak terus mempromosikan keberadaan batu satam, baik melalui media online maupun kepada wisatawan yang datang ke Galeri untuk mencari buah tangan.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved