Lipsus Gadget

2.000 Voucher Harga Rp 5.000 Habis Dalam Sebulan

Animo masyarakat Belitung, khususnya kalangan remaja dalam membeli voucher Wifi.Id Corner (Wico) cukup tinggi.

Pos Belitung/Krisyanidayati
Siswi SMP sedang menggunakan gadget saat di halaman sekolah. 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -  Animo masyarakat Belitung, khususnya kalangan remaja dalam membeli voucher Wifi.Id Corner (Wico) cukup tinggi. Dalam satu bulan voucher yang dibanderol Rp 5.000 habis sekitar 2.000 voucher.

"Memang tinggi permintaanya karena kan ini murah hanya beli voucher Rp 5.000 di sini mereka bisa main di Wico, kemudian kecepatannya 10Mbps dan bisa digunakan untuk 10 jam," Kata SPV Plasa Telkom Tanjungpandan Syarial saat ditemui Pos Belitung, Rabu (8/3).

Lanjutnya, di Pulau Belitung saat ini terdapat enam Wico, yakni empat di Tanjungpandan dan dua di Manggar. Wico banyak digemari oleh para pelajar, dan umumnya ramai pada siang usai jam sekolah.

"Sekarang ini internet sudah menjadi kebutuhan. Kami juga sudah ada permintaan untuk nambah kayak di Taman Kota itu sedang dibangun terus Tempoe Doloe juga minta tapi belum. Lokasi kita itu untuk Tanjungpandan itu ada di Plasa Telkom sini, terus Tanjungpendam, di SMA berapa saya lupa, sama terminal. Kalau di Manggar itu di Taman Kota dan Laskar Pelangi," katanya.

Ia menduga penggunaan internet yang memanfaatkan Wico umumnya untuk media sosial, mengunduh berbagai file, film dan lainnya, berselancar di dunia maya, maupun berkomunikasi dengan menggunakan paket data.

"Kebanyakan yang pakai Wico dan standby ini anak sekolah, ada juga orang pemerintahan. Anak-anak sekolah untuk download mata pelajaran, banyaklah yang lainnya," katanya.

"Wico ini harus datang, karena jangkauan sinyalnya hanya 20 meter dari tempatnya. Biasanya kami kerja sama dengan Telkomsel."

Menurut Syarial, meningkatnya penggunaan internet tidak hanya terjadi di Wico saja, melainkan juga pemesanan indiHome buat rumah tangga maupun instansi. Pelanggan yang menggunakan IndiHome mencapai 3.000 pelanggan.

"Karena kebutuhan itulah ditambah kita juga sudah pakai fiber optik, permintaan kita sudah banyak. Karena kan di rumah itu masing-masing orang sudah punya gadget mulai dari anak sampai orang tua. Mereka butuh paket data mungkin untuk berhemat, lebih baik pakai IndiHome," katanya.

Tak hanya melayani kebutuhan rumah tangga, menurutnya banyak rumah makan, kafe dan hotel juga memberikan layanan gratis kepada konsumennya dan memilih IndiHome buat jaringannya.

"Kalau Kong Djie itu 12 cabangnya pakai IndiHome semua. Misalnya mereka mau yang berapa megabyte, terus juga BW Suite banyak lagi beberapa cafe juga pakai IndiHOme untuk memenuhi kebutuhan WIFI pelanggan mereka. Orang kan gak lepas sama media sosial, komunikasi saja sekarang sudah paket data jadi semuanya perlu jaringan internet," bebernya.

Andri (25), pengguna Wico yang ditemui Pos Belitung di Wico Plasa Tanjungpandan mengatakan, dirinya lebih memilih pagi menggunakan Wico, sebab kecepatan masih tinggi.

Dirinya tak menggunakan voucher melainkan langsung membeli paket melalui telepon genggamnya senilai Rp 20.000 per minggu

"Memang sering di sini, tapi senengnya pagi dari jam 07.00-12.00 WIB, soalnya kalau siang udah agak berkurang kecepatannya karena banyak yang makai. Apalagi kalau anak sekolah udah pulang jadi kan berbagi, biasalah untuk browsing, download, dan lainnya," katanya.

Ia menyayangkan saat ini belum banyak Wico yang tersebar di Tanjungpandan. Jika di kota besar, banyak mal.

"Tapi di sini juga seru karena kalau kita pakai paket data itu lama kan buat download, tapi kalau pakai ini kan bisa cepet unlimited pula dan murah," katanya. (o2)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved