Perusahaan BHPI tak Lanjutkan Pertambangan Timah di Gunong Kik Karak Karena Ini

Lokasi tambang di area itu, semula digarap oleh perusahaan Broken Hill Property Indonesia (BHPI) setelah ditinggalkan pada Zaman Belanda.

Perusahaan BHPI tak Lanjutkan Pertambangan Timah di Gunong Kik Karak Karena Ini
ist
Capt foto : Bentuk aliran udara yang menggunakan kipas angin di Gunong Kik Karak. Ist

Laporan Wartawan Pos Belitung Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Veri Yadi Geologis lokal Lulusan The Camborne School of Mines, University of Exeter, United Kingdom mengetahui banyak tentang kondisi pertambangan Gunong Kik Karak, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Lokasi tambang di area itu, semula digarap oleh perusahaan Broken Hill Property Indonesia (BHPI) setelah ditinggalkan pada Zaman Belanda. BHPI tidak mengeruk habis bijih timah pada bukaan produksi tambang bawah tanah (stoping).

"Itu karena akan ditinggalkan untuk mejaga kestabilan lubang bukaan berupa pillar. Bijih yang tertinggal inilah yang sering ditambang oleh sebagian masyarakat namun sangat rentan terhadap keruntuhan," kata Veri kepada posbelitung.com, Jumat (10/3/2017).

Namun tiga korban tambang di goa seputaran Stoven, diduga tewas lantaran keracunan gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari mesin robin yang dioperasikan di dalam tambang.

Ia menjelaskan, itu diakibatkan karena manajemen ventilasi didalam area tambang itu kurang bagus. Pasalnya, tambang yang bagus sangat dibutuhkan untuk operasional tambang bawah tanah.

"Terutama untuk memastikan pasokan oksigen yang cukup untuk operasi tambang bawah tanah. BHPI dulu memasang ventilasi pada bagian lubang masuk dengan tambahan kipas angin dan saluran pipa yang fleksibel," jelasnya.

Ukuran dari kapasitas kipas angin ini, lanjut dia, adalah 5 – 40 Hp (horse power). Kipas angin utama diletakkan dilubang masuk hokk, salah satu lubang masuk yang terhubung dari permukaan sampai level 7.

"Dulunya BHPI mengoperasikan tipe mesin sentrifugal Richardson Buffalo, yang mampu menghasilkan semburan 1.500m3/menit pada lubang 250mm. Alat ini mampu beroperasi 7 hari seminggu secara terus menerus pada akses lubang utama, ini untuk memastikan pekerja tambang tidak kehabisan sirkulasi udara segar," pungkasnya. (*).

Penulis: Disa Aryandi
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved