Breaking News:

VIDEO Sensasi Wisata Open Pit dan Melintasi Terowongan Fuk Salu, Keren Lo

Memakai sejumlah senter yang dilekatkan di helm, menelusuri kegelapan terowongan buatan manusia bekas penambangan timah bawah tanah.

Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Edy Yusmanto
VIDEO Sensasi Wisata Open Pit dan Melintasi Terowongan Fuk Salu, Keren Lo - pengunjung-fuk-salu-kawasan-open-pit_20170312_145915.jpg
IST
Caption: Pengunjung Fuk Salu, kawasan Open Pit ber-swafoto dengan latar bekas tambang terbuka.
VIDEO Sensasi Wisata Open Pit dan Melintasi Terowongan Fuk Salu, Keren Lo - pengunjugn-fuk-salu_20170312_150002.jpg
Pos Belitung/Novita
Caption: Pengunjung Fuk Salu, kawasan Open Pit ber-swafoto dengan latar bekas tambang terbuka.
VIDEO Sensasi Wisata Open Pit dan Melintasi Terowongan Fuk Salu, Keren Lo - pengunjung-fuk-salu-kawasan-open-pit_20170312_150143.jpg
IST
Caption: Pengunjung Fuk Salu, kawasan Open Pit ber-swafoto dengan latar bekas tambang terbuka.
VIDEO Sensasi Wisata Open Pit dan Melintasi Terowongan Fuk Salu, Keren Lo - pengunjung-fuk-salu_20170312_150213.jpg
Pos Belitung/Novita
Caption: Pengunjung Fuk Salu, kawasan Open Pit ber-swafoto dengan latar bekas tambang terbuka.

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Gemericik air tanah terdengar karena beradu dengan langkah kaki saat sejumlah crew Pos Belitung yang terdiri dari Al Adhie Setyanto, Novita, Krisyanidayati, Dede Suhendar, dan Dedy Qurniawan, menyusuri gua (terowongan) Fuk Salu-- eks-tambang bawah tanah (underground) kawasan Open Pit, Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur, siang pekan lalu.

Memakai sejumlah senter yang dilekatkan di helm, menelusuri kegelapan terowongan buatan manusia bekas penambangan timah bawah tanah.

Ketinggian air maksimal di dalamnya adalah setinggi paha hingga pinggang orang dewasa.

Di tengah perjalanan, sesekali dijumpai kelelawar yang bergelantungan dan berterbangan di dalam terowongan dengan panjang 600 meter tersebut dan bukaan luas terowongan sekitar 4x4 meter.

Tetesan-tetesan air rembesan dari tanah di atasnya menjadi pemandangan sekaligus penegasan bahwa kami memang benar-benar bedang berada di dalam tanah.

Pada beberapa dinding atas terowongan juga kami jumpai stalaktit dan stalakmit.

Bagi kami yang tak biasa, berada di kondisi seperti itu memang menegangkan.

Apalagi satu di antara kami ada yang sempat tak berani sebelum akhirnya memyutuskan masuk terowongan setelah diyakinkan oleh Ketua Umum Komunitas Penjelajah Alam (Komak) Beltim Agustinus.

Agustinus bersama Ketua Pokdarwisa Senyubok Subrata mendampingi kami saat itu.

Di akhir perjalanan, kelelahan kami terbayar kontan oleh pemandangan kolong dengan air berwarna hijau.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved