Hal Ganjil Terjadi Sebelum Tiga Pelajar Tewas Tersambar Petir, Ular Berukuran Besar Melintas

Hanya saja, Wawan yang kini tercatat sebagai pelajar kelas X SMK Penukal ini mengaku serasa ada keganjilan ketika rekan sekelasnya....

Hal Ganjil Terjadi Sebelum Tiga Pelajar Tewas Tersambar Petir, Ular Berukuran Besar Melintas
Sriwijaya post/Ehdi Amin
Empat korban selamat mendapat perawatan di RSUD Lahat 

POSBELITUNG.COM -- Tiga dari tujuh pelajar asal Kabupaten Pali, Sumatera Selatan tewas disambar petir saat berada dipuncak Bukit Besar, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sabtu (11/3/2017).

Ketiganya merupakan pelajar SMK I Pali bernama Muhammad Ramadhan (16) pelajar kelas 10 SMK 1 penukal, warga Desa Babat Kecamatan Abab, Kabupaten Pali, Almahesa (16), pelajar kelas 10 SMK 1 penukal, Warga Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab Pali dan Sangkut (16), pelajar kelas 10 SMK Penukal Warga Desa Gunung Raja, Penukal Pali.

Sementara korban selamat yakni Ayu (14), Warga Desa Babat Kecamatan Penukal Pali, Reni warga Gunung Raja Penukal Pali, Wawan (16) warga Desa Betung, Abab Pali, Rudi warga Desa Tanjung kurung Kecamatab Abab Pali.

Wawan (16) warga Desa Betung, Abab, Kabupaten Pali, salah satu dari tujuh korban tersambar petir saat berada di Puncak Bukit Besar, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sabtu (11/3) sekira pukul 18. 30 wib, mengaku sebelum keberangkatanya ke Bukit Besar tidak punya firasat dan keraguaan apapun.

Evakuasi korban selamat sambaran petir (Sriwijaya post/Ehdi Amin)
Evakuasi korban selamat sambaran petir (Sriwijaya post/Ehdi Amin) 

Hanya saja, Wawan yang kini tercatat sebagai pelajar kelas X SMK Penukal ini mengaku serasa ada keganjilan ketika rekan sekelasnya Almahesa (16), Warga Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab, Pali melihat ular besar tidak jauh dari tempat ia dan rekan rekan mendirikan tenda.

"Mahesa sempat bercerita kepada kami. Ia melihat ular besar yang melintas. Tapi ia tidak bercerita ular apa dan sebesar apa ukurannya," ungkap Wawan, ketika di temui di RSUD Lahat, Minggu (12/3/2016).

Dilanjutkan Wawan dirinya sempat takut atas cerita tersebut. Namun, ia mencoba menghilangkannya dan terus berusaha mencari kayu bakar yang rencananya akan dijadikan api unggun bagi ia dan teman temannya tersebut.

Selain Mahesa kelima teman Wawan lainnya yakni Ramadhan (16) warga Desa Babat Kecamatan Abab, Kabupaten Pali; Sangkut (16) warga Desa Gunung Raja, Penukal Pali.

Kemudian Ayu (14) warga Desa Babat Kecamatan Penukal Pali; Reni warga Gunung Raja Penukal Pali dan Rudi warga Desa Tanjung kurung Kecamatan Abab, Pali.

Perbaiki Tenda

Halaman
1234
Editor: aladhi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved