14,5 MW Listrik PLN di Bangka Belitung Dari Energi Baru Terbarukan

Untuk pembangkit listrik tenaga biomassa sebesar 5MW di Pulau Bangka dan 7 MW di Pulau Belitung. Sedangkan untuk Biogas ada di Belitung sebesar 1,2 MW

Editor: Rusmiadi
istimewa
Peninjauan pembangkit listrik biogas PT Austindo Aufwind New Energy (AANE) Austindo Group di Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, Belitung Timur, Jumat (31/3). 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Pemenuhan kebutuhan listrik oleh perusahaan listrik negara (PLN) di Bangka Belitung (Babel), ada diantaranya menggunakan energi baru terbarukan (EBT) bersumber dari biomassa, biogas dan tenaga surya.

General Manager PLN wilayah Babel, Susiana Mutia mengatakan, saat ini kapasitas terpasang yang bersumber dari EBT di Babel mencapai 14,5 Mega Watt (MW).

Untuk pembangkit listrik tenaga biomassa sebesar 5MW di Pulau Bangka dan 7 MW di Pulau Belitung. Sedangkan untuk Biogas ada di Belitung sebesar 1,2 MW.

"Keduanya dibeli PLN melalui skema jual beli tenaga listrik independent power producer (IPP)," katanya, disela  Safari Jurnalistik Redaktur Media Nasional 2017 saat mengunjungi pembangkit tenaga listrik (PLT) Biogas PT Austindo Aufwind New Energy (AANE) Austindo Group di Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, Belitung Timur, Jumat (31/3/2017).

Lalu untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpasang yang masuk dalam sistem PLN (On Grid) sebesar 1 Mega Watt Peak (MWp) berada di Pulau Bangka.

Namun untuk daerah-daerah kepulauan yang terisolir dari sistem kelistrikan, PLN menggunakan PLTS off Grid.

Menurut Susiana, sudah ada empat yang teraliri listrik, antara lain Pulau Gresik dengan kapasitas terpasang 40 Kilo Watt Peak (KWp), Pulau Celagen 80 KWp, Pulau Bukulimau 80 KWp, dan Pulau Pongok 125 KWp.

Sampai akhir 2017 ini, lanjutnya, akan ada tambahan pembangkit 6 MW berbahan bakar biomassa, yang akan dibeli melalui skema IPP.

Lalu 2 MW berbahan bakar biogas yang akan dibeli melalui skema penjualan kelebihan tenaga listrik (excess power).

Dengan berbagai langkah penambahan tersebut, Susiana berharap bisa mendukung target pemerintah yang menginginkan komposisi penggunaan EBT sebesar 23 persen pada tahun 2025. (kontan.co.id)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved