Ceng Beng dan Kunjungan Marga Fang Malaysia, Ini Harapan Tokoh Tionghoa Beltim

Pada Ceng Beng tahun ini, lelaki bermarga Fang ini kedatangan rombongan keluarga besarnya sesama marga Fang dari Malaysia

Penulis: Dedi Qurniawan |
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Caption: Jimmy Tjong (kanan) bersama Ketua rombongan marga Fang dari Malaysia, Pang Yoon Shin (kiri), foto bersama usai santap siang di RM Fega, Kecamatan Manggar, Beltim, Rabu (5/4/2017). (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Ceng Beng 2017 terasa spesial bagi tokoh masyarakat Tionghoa yang juga Wakil Ketua I DPRD Beltim Jimmy Tjong.

Pada Ceng Beng tahun ini, lelaki bermarga Fang ini kedatangan rombongan keluarga besarnya sesama marga Fang dari Malaysia, Rabu (5/4/2017).

Jimmy berharap kunjungan terkait Ceng Beng tersebut dapat sinergis dengan upaya peningkatan kunjungan wisatawan ke Pulau Belitung.

Hal ini ia ungkapkan usai menjamu rombongan marga Fang asal Malaysia di RM Fega, Kecamatan Manggar, Beltim, Rabu (5/4/2017)

Dia mengatakan, selain menjalankan ibadah menghormati leluhur, momen tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antar-marga Fang di Malaysia dan di Beltim.

Menurut dia, usaha menjalin silaturahmi itu sebenarnya sudah dilakukan melalui penyampaian informasi keberadaan marga Fang di Beltim juga telah disampaikan melalui internet ke seluruh dunia.

Harapannya etnis Tionghoa dari Marga Fang di seluruh dunia bisa berkunjung ke Beltim saat Ceng Beng.

Jimmy juga berharap, eksistensi Marga Fang dapat melecut semangat marga-marga lain di etnis Tionghoa untuk kompak dalam kebaikan.

"Tidak hanya marga Fang, saya berharap marga-marga lain juga. Kalau marga Fang, setahu saya di Tanjungpandan saja tidak ada, cuma ada di Beltim. Mereka kan ingin melihat kuburan marga mereka di Pulau Belitung, mudah-mudahan ini bisa mengangkat pariwisata Belitung umumnya," ujar Jimmy saat ditemui Pos Belitung di RM Fega.

Politisi Hanura itupun menjelaskan sedikit riwayat marga Fang di Beltim yang telah ada sejak zaman Belanda.

Pada 1962, keberadaan marga Fang sempat tak eksis.

Hingga kemudian pada zaman Presiden Megawati Soekarno Putri, keberadaan mereka kembali diakui sebagai bagian dari etnis Tionghoa dan eksis hingga saat ini.

"Pada 2010 dulu juga pernah ada perkumpulan Marga Fang Internasional yang berpusat di Malaysia datang ke Beltim. Ini periode kunjungan yang kedua," ujarnya.

Jimmy menjelaskan, perhimpunan marga Fang intenasional memiliki anggota yang sangat banyak dan solid.

Tiap tiga bulan sekali, perkumpulan ini bahkan  mengeluarkan majalah seputar eksistensi marga Fang.

"Marga ini sangat-sangat besar sekali secara internasional. Saya berharap sesama marga Fang dapat semakin solid. Kami bisa dibilang adalah keluarga besar dan ada ikatan keluarga." katanya.

Rombongan 20-an warga etnis Tionghoa dari Malaysia seperti Kuala Lumpur, Johor, Serawak dan Kuching datang berkunjung ke Belitung Timur (Beltim), Rabu (5/4/2017).

Mereka juga ditemani sejumlah warga Indonesia bermarga Fang dari Jakarta dan Pontianak.

Agenda mereka adalah sembahyang marga pada hari terakhir ritual sembahyang kubur (Ceng Beng) 2017 di sejumlah titik lokasi makam leluhur Marga Fang yang ada di Beltim.

Ketua rombongan ini adalah Pang Yoon Shin yang menetap di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dia diketahui juga merupakan Ketua Perhimpunan atau semacam paguyuban marga Fang di Malaysia. (*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved