Breaking News:

Ibu Muda yang Aborsi Ini Ditahan Kejaksaan

Untuk terus melanjutkan kasus tindak pidana aborsi tersebut, kata dia, mereka akan segera melimpahkan dokumen kasus tersebut

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Edy Yusmanto
Pos Belitung/Disa Aryandi
Capt foto : Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Belitung Afridel. Pos Belitung/Disa Aryandi 

Laporan Wartawan Pos Belitung Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Belitung Afridel mengatakan telah menerima dokumen penyidikan, barang bukti dan tersangka dugaan kasus aborsi, AR (24) dari pihak Unit PPA Satreskrim Polres Belitung untuk proses hukum tahap II.

"Sudah kami terima dokumennya, orangnya tetap kami lakukan penahanan dan sekarang dititipkan di Lapas Cerucuk," kata Afridel kepada Posbelitung.com, Kamis (6/4/2017).

Untuk terus melanjutkan kasus tindak pidana aborsi tersebut, kata dia, mereka akan segera melimpahkan dokumen kasus tersebut kepada Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan.

"Mudah-mudahan minggu depan mulai dilakukan persidangan pertama, setelah nanti dalam waktu dekat dokumennya kami limpahkan ke pengadilan," ujarnya.

Baca: Polisi Limpahkan Berkas Kasus Aborsi ke Kejaksaan

Semula tersangka AR melakukan tindak pidana Aborsi tersebut di rumah kontrakan Jalan Kenanga Dalam RT 01/01 Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Senin (31/10/2016) lalu.

Janin yang telah digugurkan oleh tersangka AR ini, kali pertama ditemukan oleh warga diselokan belakang kontrakan. Panjang janin yang telah dikuburkan itu, sekitar 10 sentimeter (cm), dengan lebar dua CM.

Janin yang masih memiliki anggota tubuh lengkap itu sempat menghebohkan warga Jalan Sekip. Janin itu didapati dalam kondisi sudah tidak bernyawa diselokan bagian belakang rumah kontrakan tersangka AR.

Tersangka AR mengugurkan kandungan nya tersebut, belakangan diketahui dengan menggunakan obat perangsang. Obat perangsang itu, didapati oleh wanita berambut panjang tersebut dari rekannya, ketika sama-sama bekerja di Jakarta.

Akibat dari perbuatan tersangka AR, ia dijerat dengan pasal 77A ayat 1 undang - undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Pasal yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan dengan alasan dan tata cara perundang-undang sebagai dimaksud dalam pasal 45A dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun 1 miliar. (*)

Selengkapnya baca edisi cetak POS BELITUNG Jumat (7/4/2017).

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved