H AS Hanandjoeddin Dinilai Lebih dari Layak Jadi Pahlawan Nasional

Bupati Belitung Sahani Saleh menilai H AS Hanandjoeddin lebih dari layak untuk dijadikan sebagai pahlawan Nasional.

Penulis: Dede Suhendar |
Facebook/Haril Andersen
H.AS Hanandjoeddin (Bung Anan) dengan seragam Bupati Belitung (1972) dan spanduk dukungan di Kantor Dikbud Kabupaten Belitung. Facebook/Haril Andersen 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Bupati Belitung Sahani Saleh menilai H AS Hanandjoeddin lebih dari layak untuk dijadikan sebagai pahlawan Nasional.

Bahkan, masyarakat Belitung sudah lama menghargai sosoknya sebagai pahlawan.

Hal ini dibuktikan dengan mengganti nama bandara di Buluh Tumbang, Tanjungpandan menjadi Bandara H AS Hanandjoeddin.

"Jadi bukan sekedar layak lagi tapi sudah lebih dari itu. Saya sendiri pernah menelusuri siapa beliau ini, waktu kami dari KNPI mengganti nama bandara kita," ujar Sanem saat ditemui usai acara Seminar Nasional bertemakan "Dari Babel Untuk Indonesia" Iktiar Pengusulan H AS Hanandjoeddin sebagai pahlawan Nasional di Hotel Billiton, Selasa (25/4).

Meskipun demikian, Sanem mengakui pada masa itu, memang sejarah tentang H AS Hanandjoeddin belum terlalu dikupas tuntas.

Karena penggunaannya masih dalam lingkup Kabupaten Belitung.

Akan tetapi berbicara usulan sebagai pahlawan nasional, lanjutnya, sejarah tersebut perlu dibahas secara mendetail.

Terutama saat beliau mendapatkan tanda kehormatan Bintang Gerilya Garuda.

"Ini artinya secara Nasional beliau sudah diakui. Karena penghargaan itu salah satu yang tertinggi yang diberikan kepada pahlawan Nasional," katanya.

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved