Kulong Minyak Laik Jadi Obyek Wisata Kaya Sejarah

Maksud dia, peran Pemkab Beltim yang dibutuhkannya adalah anggaran khusus pembangunan talud dan pembuatan pusat kuliner.

Tayang:
Penulis: Dedi Qurniawan |
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Caption: Pelepasan bibit Nila di Kulong Minyak pada acara BBGRM XIV Beltim di kawasan Kulong Minyak, Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Beltim, Kamis (16/5/2017). (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Ribuan bibit Nila dilepas di Kulong Minyak, Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kamis (18/5/2017).

Penebaran ikan tersebut merupakan bagian dari acara pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV Kabupaten Beltim.

"Betul, kulong itu merupakan titik yang kaya deposit timah pada masanya," ujar Kepala Desa Lalang Radianta Alfiditri (Alfi) kepada Pos Belitung usai acara tersebut.

Menurut dia, kawasan ini bisa dikembangkan sebagai bagian dari destinasi pariwisata di Belitung Timur.

Minimal, untuk menambah khazanah Ruang Terbuka Publik warga Manggar dan sekitarnya.

Alfi menjelaskan, potensi Kulong Minyak sebenarnya sudah tampak.

Apalagi panorama yang ditawarkan Kulong Minyak saat ini relatif bagus.

Maksud dia, peran Pemkab Beltim yang dibutuhkannya adalah anggaran khusus pembangunan talud dan pembuatan pusat kuliner.

Dia membayangkan betapa menariknya kawasan tersebut seandainya tepian kulong yang mengarah ke Kampong Gunong dipasangi Great Letter layaknya tulisan Hollywood.

Bisa juga mendirikan patung tokoh atau ikonik Belitung Timur lainnya di tepian strategis kulong tersebut.

Dikutip dari petabelitung.com, Kulong Minyak merupakan tambang timah paling kaya pada eranya.

Sejak dibuka pada 1865 hingga 1925 silam, hasil produksi biji timah di kawasan itu adalah 414.972 pikul.

Sebelum dikenal dengan nama Kilong Minyak, lokasi ini dinamai Tebat Bengkuang, atau Kulong Bengkuang.

Kulong yang berlokasi di kaki Bukit Samak ini dibuka oleh NV Billiton Maatschappij.

Nama Kulong Minyak muncul karena tempat ini disebut sempat menjadi sumber air sekaligus tempat pembuangan limbah sentral listrik EC, pembangkit listrik tenaga diesel besar pada masanya, di Kecamatan Manggar.

Alfi membenarkan belaka soal informasi kaya nilai historis Kulong Minyak tersebut.

Sepengetahuan dia, kedalaman Kulong Minyak itu dulunya bisa mencapai sekitar 40 hingga 50 meter.

"Sekarang saya rasa sudah tidak sampai segitu. Foto-foto zaman dulunya juga ada. Kalau Kulong Minyak ini dikembangkan, nilai-nilai historis Kulong Minyak juga bisa ditonjolkan," tutur Alfi (*)

Selengkapnya baca edisi cetak koran POS BELITUNG, Jumat (18/5/2017).

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved