Breaking News:

Liputan Khusus Lubang Nyalar

Pemerintah Desa Bakal Inventarisir Potensi Wisata Sejarah

Sebuah terowongan di tingkat kedua bahkan berada dalam sebuah parit sedalam lebih dari 10 meter.

Pos Belitung/Wahyu Kurniawan
Lubang Nyalar Gunong Tujau Dusun Pariti Gunong Badau 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Lubang Nyalar ternyata bukan satu-satu terowongan bawah tanah bekas tambang timah di Gunong Nujau. Masih terdapat empat terowongan lain yang dijumpai berdasarkan penelusuran Pos Belitung, Selasa (16/5/2017) siang.

Posisi Lubang Nyalar berada paling bawah dari kaki bukit Gunong Tajau. Kemudian pada bagian atasnya terdapat dua terowong lain yang dipisahkan oleh ruas jalan. Sedangkan dua terowongan terakhir berada pada bagian puncak.

Pola penggarapannya serupa di mana setiap terowongan dilengkapi dengan parit pada bagian luarnya. Sebuah terowongan di tingkat kedua bahkan berada dalam sebuah parit sedalam lebih dari 10 meter.

Pemerintah Desa Air Buding ternyata sudah lama mewacanakan pengembangan lokasi tersebut. Selain dianggap sebagai tempat bersejarah, Gunong Tajau juga diyakini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata.

Baca: Menelisik Situs Tambang Timah Primer Pertama Belitong

”Masyarakat kami ikut mendukung rencana ini, apalagi ini sesuai dengan program pemerintah daerah yang ingin setiap desa punya objek wisata,” kata Isnanto Kepala Desa Air Batu Buding kepada Pos Belitung, Jumat (19/5/2017).

Lubang Nyalar
Lubang Nyalar (Pos Belitung/Wahyu Kurniawan)

Gunong Tajau termasuk dalam kawasan Hutan Lindung (HL). Namun menurut Isnanto pemerintah desa sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dan status HL tersebut bukan suatu kendala.

”Jadi pengembanganya nanti bisa lewat kelompok HKm, karena memang di sekitar lokasi juga terdapat petani-petani kami,” kata Isnanto.

Upaya pengembangan lokasi ini sudah dimulai dengan membuka akses jalan pada 2016 lalu. Jalannya diberi nama Kruing yang merujuk pada potensi unik lainnya di lokasi tersebut berupa pohon Kruing.

Pohon berukuran raksasa ini juga bersejarah karena sudah di tanam sejak zaman kolonial Belanda.

Lubang Nyalar
Lubang Nyalar (Pos Belitung/Wahyu Kurniawan)
Halaman
12
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved