Breaking News:

Liputan Khusus Lubang Nyalar

Perlu Kajian Literatur Untuk Menguak Lebih Dalam Penemuan Ini

Penemuan Lubang Nyalar harus dikaji secara mendalam, salah satunya bisa menggunakan kajian literatur.

Pos Belitung/Wahyu Kurniawan
Lubang Nyalar Gunong Tujau Dusun Parit Gunung Desa Air Batu Buding Kecamatan Badau 

News Analysis

Alwan Hadi, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dikbud Kabupaten Belitung

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Penemuan Lubang Nyalar harus dikaji secara mendalam, salah satunya bisa menggunakan kajian literatur.

Selain itu juga perlu diperhatikan temuan permukaan di sekitar lokasi. Contohnya bisa keramik, kondisi di luar dan dalam gua, atau bebatuan di sekitarnya.

Setelah semua bahan terkumpul, baru kita komparasikan untuk menentukan usia kapan dimulainya penambangan di situ. Dalam kegiatan ini para arkeolog tak bisa bekerja sendiri, tapi harus didampingi oleh para ahli dari disiplin ilmu yang lain, seperti geologi misalnya.

Baca: Pemerintah Desa Bakal Inventarisir Potensi Wisata Sejarah

Baca: Menelisik Situs Tambang Timah Primer Pertama Belitong

Lubang Nyalar
Lubang Nyalar (Pos Belitung/Wahyu Kurniawan)

Kemudian secara kedinasan, temuan sebuah situs bersejarah harusnya dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Laporan itu akan diteruskan oleh dinas ke instansi vertikal di atasnya seperti Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi atau Balai Arkeologi Palembang.

Laporan tersebut bisa disampaikan secara personal maupun kelembangaan dengan format yang sama secara tertulis. Artinya, laporan itu bisa disampaikan oleh perseorangan atau pun atas nama pemerintah desa.

Selanjutnya, laporan akan ditindaklanjuti oleh instansi vertikal dengan menurunkan tim peneliti ke lapangan. Hasil kajian tim tersebut nantinya berupa rekomendasi pemanfaatan dan cara-cara pelestarian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(kk1) 

Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved