Video Kolam Putih Berundak di Turki Sekilas Mirip Danau Biru Belitung

TURKI tak hanya memiliki obyek wisata berupa bangunan peninggalan bersejarah. Ada satu obyek wisata alam

Penulis: Novita |
Video Kolam Putih Berundak di Turki Sekilas Mirip Danau Biru Belitung - traventine-di-pamukkale_20170524_100754.jpg
Pos Belitung/Novita
Caption : Traventine di Pamukkale, Turki. Foto diambil Selasa (9/5/2017). Pos Belitung/Novita
Video Kolam Putih Berundak di Turki Sekilas Mirip Danau Biru Belitung - traventine-di-pamukkale_20170524_100512.jpg
Pos Belitung/Novita
Traventine di Pamukkale, Turki. Foto diambil Selasa (9/5/2017). Pos Belitung/Novita

Laporan Wartawan Pos Belitung Novita

POSBELITUNG.COM, TURKI - TURKI tak hanya memiliki obyek wisata berupa bangunan peninggalan bersejarah. Ada satu obyek wisata alam, namun tetap berkaitan erat dengan sejarah.

Bentuknya berupa kolam-kolam bertingkat atau berundak pada sebuah tebing. Warnanya putih seperti kapas. Airnya biru, apalagi jika cuaca sedang cerah, putih dan birunya sangat kentara.

Obyek wisata ini disebut cotton castle (benteng kapas) atau travertine. Letaknya di kota Pamukkale, sekitar 600-an kilometer dari Istanbul.

"Ini kayak yang di Belitung ya. Apalagi kalau cuacanya cerah," ucap seorang perempuan asal Jakarta dalam rombongan gabungan Asia Tour dan sejumlah tour travel, saat berkunjung ke travertine, Selasa (9/5/2017) lalu. Kala itu langit memang sedang mendung.

Tempat wisata di Belitung yang dimaksudnya adalah Danau Biru yang terletak di Jalan Murai Tanjungpandan. Berdasarkan penuturannya kepada Pos Belitung, dirinya pernah mengunjungi Danau Biru saat ke Belitung.

Perkiraannya mungkin tak salah. Pantauan harian ini jika dilihat sepintas, kolam-kolam putih tersebut mirip Danau Biru. Namun ada juga yang menyebutnya seperti salju.

Lihat videonya di sini :

"Eh mirip salju ya," celetuk peserta lain saat melihat kolam-kolam yang putih seputih salju tersebut.

Dihimpun dari beberapa sumber, travertine yang bewarna putih seperti kapas tersebut merupakan bebatuan yang terbuat dari kalsium karbonat yang terbentuk melalui fenomena alam. Kolam dialiri air hangat alami  mengalir yang mengandung mineral. Namun pada air yang telah mengendap beberapa waktu di dalam kolam, terasa dingin.

Konon kolam-kolam ini sudah digunakan sejak zaman Romawi.

"Pada zaman Romawi banyak yang datang ke sini untuk (mandi--red) air hangat," kata Osman, pemandu wisata asal Turki yang memandu rombongan ke travertine saat itu.

Bagi pengunjung yang ingin menjelajahi kolam-kolam putih tersebut dan merasakan kehangatan air yang mengalir, harus membuka sepatu atau sandal yang digunakan. Sejumlah pengunjung ada yang mandi di kolam-kolam tersebut.

Saat berjalan di kawasan ini pengunjung harus berhati-hati. Selain memang karena teksturnya yang keras, terkadang ada bagian yang licin. (*)

 
 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved