Breaking News:

Bom Kampung Melayu

Keinginan Terakhir Anggota Polisi Korban Bom Tak Kesampaian, Sang Kekasih Dapat Firasat

Aulia mengaku sempat mendapatkan firasat kepergian kekasihnya itu. Keduanya merencanakan untuk bertemu pada

Tribun Lampung/Perdiansyah
Pemakaman Briptu Ridho Setiawan 

Isak Tangis

Isak tangis pecah tatkala peti jenazah Brigadir Satu Polisi (Anumerta) Ridho Setiawan, yang berselimutkan bendera merah putih diturunkan dan dibawa masuk ke dalam rumah duka di Kampung Negeri Katon, Kecamatan Selagai Lingga, Lampung Tengah.

Suara tangisan keluarga dan tetangga Ridho semakin kencang ketika tutup peti jenazah dibuka sesaat agar keluarga bisa menyaksikan wajah almarhum untuk terakhir kalinya.

Jenazah Ridho tiba di rumah duka Kamis (25/5) pukul 17.30 WIB, dengan diantar menggunakan mobil ambulans Polda Metro Jaya. Kedatangan rombongan yang mengantarkan jenazah Ridho disambut isak tangis keluarga dan sanak keluarga.

Ridho merupakan satu dari tiga personel Polri yang meninggal akibat aksi dua pelaku bom bunuh diri di kawasan Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam. Teror ini juga melukai tujuh personel Polri lainnya dan lima warga sipil.

Aksi bom bunuh diri pertama terjadi pada pukul 21.00 WIB di dekat halte bus Trans-Jakarta. Lima menit berselang ledakan kembali terjadi, tepatnya di dekat toilet Terminal Kampung Melayu.

"Ledakan kedua sumbernya berasal dari lokasi yang berjarak sekitar 10 meter dari TKP pertama," kata Kepala Divisi Humas Polri Ijen Setyo Wasisto. Kepolisian menyatakan pelaku menggunakan bom panci.

Kedatangan jenazah Ridho disambut dengan upacara militer yang dipimpin Wakapolda Lampung Brigadir Jendral Bonifasius Tampoi. Turut hadir Direktur Sabhara Polda Metro Jaya Kombes Slamet Hadi. Setelah itu Ridho dimakamkan di pemakaman keluarga yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah duka.

Ibunda almarhum, Kofifah, mengaku sangat terkejut dengan kepergiaan anak laki-laki satu-satunya tersebut. Bungsu dari tiga bersaudara tersebut menurut Khofifah merupakan anak yang baik dan ramah.

"Kalau saya dan bapak tidak ada firasat apa-apa sebelumnya. Hanya saja memang pada hari itu (ketika kejadian), almarhum seperti bermalas-malasan. Terus ketika mau berangkat kerja juga seperti ogah-ogahan," ucap Khofifah di lokasi pemakaman, Kamis.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved