Breaking News:

Komandan Banser NU Ungkap Jaringan Pelaku Bom Kampung Melayu, Sebut Tokoh-tokoh Ini

"Tiga orang ini yang masih bisa menfatwakan untuk melakukan amaliyah jihad," tukasnya.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas kepolisian berjaga di dekat lokasi yang diduga ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017) dini hari. Ledakan yang diduga bom menewaskan beberapa orang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

POSBELITUNG.COM - Komandan Densus 99 Banser Nahdlatul Ulama (NU), Nurruzaman mengungkapkan jika peristiwa bom bunuh diri di Kampung melayu diduga merupakan aksi dari Jamaah Ansoru Daulah (JAD).

Dari rilis yang diterima TribunWow.com, Kamis (25/5/2017), Nurruzaman menduga jika pelaku bom bunuh diri merupakan jaringan Cibiru.

Dari informasi yang diperoleh Densus 99 Banser NU, dua terduga pelaku teroris tersebut berasal dari Bandung.

Mereka diduga bernama Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam.

Ahmad Sukri adalah pemuda kelahiran Bandung, 10 November 1985, tinggal di Kampung Ciranji, RT 04/RW 05, Desa/Kelurahan Sinargali, Kecamatan Cipongkol.

Sementara itu, Ichwan Nurul Salam kelahiran Bandung, 28 Desember 1985.

Dia tinggal di Jalan Cibangkong No 103/120, RT2/RW 7, Kelurahan, Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

“Dari analisis dan info yang kita peroleh, kedua terduga teroris tersebut merupakan jaringan JAD Bandung Barat. Kami deteksi adalah jaringan Kiki Muhamad Iqbal, Cibiru Bandung, pelaku bom Cibiru yang divonis 6 tahun pada 2011 dan dipenjara di Kembang Kuning, Nusakambangan,” terang Nurruzaman dalam keterangan tertulisnya kepada TribunWow.com.

Ia menduga jika bom bunuh diri yang direncanakan matang ini terkait dengan instruksi dari ISIS Internasional.

“Bom ini terkait dengan instruksi dari ISIS internasional untuk melakukan serangkaian aksi terorisme di beberapa tempat baru-baru ini," jelas Nuruzzaman.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved