Breaking News:

Komandan Banser NU Ungkap Jaringan Pelaku Bom Kampung Melayu, Sebut Tokoh-tokoh Ini

"Tiga orang ini yang masih bisa menfatwakan untuk melakukan amaliyah jihad," tukasnya.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas kepolisian berjaga di dekat lokasi yang diduga ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017) dini hari. Ledakan yang diduga bom menewaskan beberapa orang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Lebih lanjut, menurut dugaannya, ada korelasi antara aksi bom bunuh diri di Irak, bom bunuh diri di konser penyanyi Ariana Grande, Manchester, Inggris, Senin (22/5), baku tembak dan pendudukan wilayah Marawi, Filipina, Selasa (23/5) dan aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam.

"Aksi ISIS di Marawi, Filipina, itu banyak didukung anggota Jamaah Ansoru Daulah (JAD) Indonesia," ungkapnya.

Selain perintah dari ISIS, Nuruzzaman menduga jika aksi bom bunuh diri ini merupakan aksi balas dendam pihak JAD kepada aparat kepolisian.

Hal ini disebabkan aparat kepolisian telah menumpas teroris yang ada di Tuban, Lumajang, dan Poso.

“Diduga kuat aksi instruksi teror bom ini merupakan instruksi Rois Darmawan, terpidana mati kasus bom Kedubes Australia yang saat ini dipenjara di Nusakambangan. Dia marah dan balas dendam karena salah satu pelaku terorisme yang ditembak mati polisi adalah saudaranya Rois," tandas Nuruzzaman, yang juga dikenal sebagai pengamat terorisme.

Nuruzzaman juga menerangkan bahwa JAD memiliki tiga sosok yang bisa memfatwakan anggota untuk berjihad (teror bom).

Ketiga orang tersebut adalah Aman Abdurrahman, Rois Darmawan, dan Brekele alias Mujadid alias Syaiful Anam.

"Tiga orang ini yang masih bisa menfatwakan untuk melakukan amaliyah jihad," tukasnya.

TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved