Menelisik Hotel Bernuansa Horor nan Mistis di Yogyakarta, Petugas Hotel Merinding Lewati Kamar

“Saya melihat adanya dari pergerakan benda-benda seperti gordin, jendela, pintu lemari. Padahal ruangan kedap udara karena jarang di buka”

Menelisik Hotel Bernuansa Horor nan Mistis di Yogyakarta, Petugas Hotel Merinding Lewati Kamar
IST
Hotel horor 

Ketika kami menuju kamar pertama di lantai 2, Bapak Tantono, anggota Dolan Bengi & petugas hotel merasakan atmosfir keberadaan mereka.

“Saya melihat adanya dari pergerakan benda-benda seperti gordin, jendela, pintu lemari. Padahal ruangan kedap udara karena jarang di buka”. Ujar Anjar anggota komunitas Dolan Bengi.

Dari situ kita berinisiatif untuk “permisi” karena kita ingin menggunakan tempat tersebut. Kami berkomunikasi dengan mahluk yang ada di kamar tersebut dan tak lupa kami menyampaikan bahwa kehadiran kami disini permisi/ kulo nuwun karena akan membawa siswanya untuk menginap di Hotel ini kurang lebih selama 3 hari.

Lanjut menyusuri setiap kamar menuju kamar paling ujung sendiri. Ditengah perjalanan menuju kamar yang paling ujung, kami melewati tanki air yang sudah tua.

“Saya melihat adanya keberadaan mahluk astral disekitar tanki, energi disini lumayan kuat”. Ujar Mentari anggota komunitas Dolan Bengi.

“Saya pun merasakan keberadaanya walaupun saya belum melihatnya. Tapi getaran energinya lumayan kuat”. Imbuh Bapak Tantono.

Ternyata Bapak Tantono juga “bisa” merasakan keberadaan mereka. Akhirnya kami sampai di kamar paling ujung dan ternyata sama seperti kamar yang pertama, ada pergerakan-pergerakan kecil pada benda-benda yang ada didalam kamar.

“Apa kamar yang ujung-ujung ini lebih baik di huni guru pendampingnya saja ya? Supaya aman juga siswa-siswanya”. Tanya Bapak Tantono.

Kami sepemikiran dengan beliau. Karena energi astral yang ada di kamar paling ujung lebih besar daripada kamar-kamar yang lain.

Hotel horor (IST)
Hotel horor (IST) 

Kami turun ke lantai dasar, melewati taman di bagian tengah Hotel tersebut. Lagi-lagi kami melihat banyaknya aktivitas astral disana karena tempatnya lembab dan tamannya jarang di gunakan orang.

Halaman
123
Editor: aladhi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved