Breaking News:

Wanita Ini Membawa Anaknya Saat Check In di Hotel Bertemu Pria, Temukan Kondom Bekas Pakai

Ditambahkan, dalam kesempatan itu, petugas gabungan juga menemukan beberapa kondom baru maupun‎ bekas pakai. Serta, beberapa botol minuman keras...

TRIBUN JAMBI/DEDI NURDIN
Petugas kepolisian Kotabaru saat menggeledah salah satu kamar hotel di lingkar barat, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi dalam razia pekat yang berlangsung Minggu (16/4/2017) dinihari. TRIBUN JAMBI/DEDI NURDIN 

POSBELITUNG.COM, KUDUS - Polres Kudus menggelar Operasi Cipta Kondisi, jelang Ramadan 1438 Hijriah, Jumat (26/5) siang.

Dalam operasi yang melibatkan petugas dari TNI dan Satpol PP itu, petugas berhasil menjaring 15 pasangan tak resmi dari lima hotel yang ada di Kota Kretek.

"Ini melibatkan petugas gabungan. Dalam giat ini, petugas berhasil menjaring 15 pasangan tak resmi dari lima hotel."

"Ada 16 hotel yang kita razia, hanya, dari kesemua itu, yang didapati ada pasangan tak resmi cuma lima hotel," terang Kabag Ops Polres Kudus, Kompol Tugiyanto.

‎Disampaikan, dari 15 pasangan tak resmi tersebut terdapat mahasiswa yang berasal dari Surabaya.

Selebihnya, ujar dia, adalah pasangan yang sudah dewasa.

Dikatakan, asal pasangan yang terjaring justru kebanyakan dari luar kota, semisal Demak, Grobogan, Kendal, Pekalongan, Semarang, dan lainnya.

Bahkan, diakuinya, terdapat seorang wanita berinisal N, yang diketahui berasal dari Demak, turut serta membawa anaknya yang masih balita.

"Dia mengaku hanya sedang curhat, dengan seorang lelaki yang masih diakui sebagai saudaranya," ujar dia.

Ditambahkan, dalam kesempatan itu, petugas gabungan juga menemukan beberapa kondom baru maupun‎ bekas pakai.

Serta, beberapa botol minuman keras (miras).

"Sebagian besar hotel yang kita razia ada di jalang lingkar Kudus, baik Lingkar Tenggara maupun Lingkar Selatan," tuturnya.

‎Sementara itu, Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning, menambahkan operasi ini digelar guna menekan maraknya penyakit masyarakat (pekat).

Menurut dia, hal ini agar masyarakat yang menjalankan ibadah puasa dapat menjalaninya secara tenang dan khusyuk.

"Ini kita dalami juga, apakah ada indikasi terkait prostitusi online atau tidak. Kalau tidak ada, dan hanya kasus bukan pasangan resmi biasa, akan kita lakukan pembinaan," tuturnya. (Tribun Jateng/Yayan Isro' Roziki)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved