Breaking News:

Benarkah Tidurnya Orang Berpuasa Adalah Ibadah? Ini Penjelasannya

Bahkan tidurnya orang yang berpuasa pun akan mendapat pahala karena bernilai ibadah. Benarkah demikian?

POS BELITUNG/AL ADHI SETYANTO
Seorang pengunjung Masjid Nurul Huda tiduran di serambi masjid, Sabtu (27/6/2015). 

POSBELITUNG.COM -- Di bulan Ramadhan saat ini, banyak sekali kebaikan-kebaikan yang kita lakukan karena kita tahu bahwa di bulan Ramadhan inilah segala amal kebajikan kita pahalanya dilipatgandakan oleh Allah ta'ala.

Bahkan tidurnya orang yang berpuasa pun akan mendapat pahala karena bernilai ibadah. Benarkah demikian?

Sebagaimana dikutip dari Rumaysho, kami akan mendudukkan permasalahan ini karena ada yang salah kaprah dengan maksud yang disampaikan dalam hadits tadi.

Semoga Allah memudahkan dan menolong urusan setiap hamba-Nya dalam kebaikan.

Derajat Hadits Sebenarnya

Hadits yang dimaksudkan,

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ

“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.”

Perowi hadits ini adalah ‘Abdullah bin Aufi. Hadits ini dibawakan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3/1437. Dalam hadits ini terdapat Ma’ruf bin Hasan dan dia adalah perowi yang dho’if (lemah). Juga dalam hadits ini terdapat Sulaiman bin ‘Amr yang lebih dho’if dari Ma’ruf bin Hasan.

Dalam riwayat lain, perowinya adalah ‘Abdullah bin ‘Amr. Haditsnya dibawakan oleh Al ‘Iroqi dalam Takhrijul Ihya’ (1/310) dengan sanad hadits yang dho’if (lemah).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved