Breaking News:

Tiga Investor Asing Teken MoU KEK Tanjung Kelayang Belitung

Kesepahaman pertama dilakukan antara PT Belitung Pantai Intan dengan China Harbour Engineering Company

Editor: Edy Yusmanto
MTVN/Husen Miftahudin
Menko Perekonomian Darmin Nasution. 

POSBELITUNG.COM - Tiga investor luar negeri, Sheraton, Sofitel, dan China Harbour menandatangani nota kesepahaman (MoU) investasi untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang yang berlokasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penandatanganan MoU disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, serta Bupati Belitung Sahani Saleh.

Belitung Maritime sebagai konsorsium pengelola KEK Tanjung Kelayang beranggotakan tga perusahaan yaitu PT Belitung Pantai Intan (Belpi), PT Nusa Kukila, dan PT Tanjung Kasuarina.

Kesepahaman pertama dilakukan antara PT Belitung Pantai Intan dengan China Harbour Engineering Company, yang akan melakukan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang dengan perkiraan nilai investasi sebesar USD1 miliar.

Nota kesepahaman kedua dilakukan antara PT Hypatia Karya Pratama dengan PT Accor Asia Pacific. PT Accor Asia Pacilic Corporation Indonesia bermaksud membangun Sofitel Hotel and Resort di KEK Tanjung Lesung dengan rencana investasi sebesar Rp400 miliar.

Ketiga, kesepahaman investasi dilakukan antara PT Setra Gita Nusantara dengan Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts. Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts akan membangun Sheraton Hotel di kawasan dengan rencana investasi sebesar Rp418 miliar.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, investasi China Harbour di Tanjung Kelayang merupakan perwujudan minat investasi korporasi internasional terhadap potensi kepariwisataan dan posisi geostrategis Bangka Belitung.

"Apabila kesepahaman investasi tersebut mengambil wujud, jaringan hotel dan resort internasional seperti Sheraton dan Sofitel ini akan menjadikan Belitung dikenal di mancanegara. Artinya, akan semakin banyak turis mancanegara ke lndonesia khususnya ke Belitung," ujarnya di Gedung Kementerian Badan Perekonomian, Jakarta, Rabu 7 Juni 2017.

Darmin menambahkan, melalui KEK, kita mempercepat laju pembangunan, mengurangi kesenjangan sosial ekonomi masyarakat dan membangun daya saing perekonomian nasional, dengan meningkatnya aliran penanaman modal.

"Kita sangat berharap, peluang dan potensi sumber daya di wilayah ini dapat memberikan nilai tambah yang optimal”, tuturnya.

KEK Tanjung Kelayang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2016, pada 15 Maret 2016, dengan luas 324,4 ha. Konsorsium Belitung Maritime menjelaskan bawa Kawasan Tanjung Kelayang akan dibangun secara bertahap, dengan dilandasi oleh konsep heritage.

(AHL/http://ekonomi.metrotvnews.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved