Ini yang Dirasakan Debrong Anak Langit Saat Bangun Pasca Dinyatakan Meninggal Dunia
Sewaktu terbangun dari matinya, Debrong yang diperankan oleh Philip De May sempat mengungkapkan perasaan yang dialaminya.
POSBELITUNG.COM - Debrong hidup lagi setelah dinyatakan meninggal dalam kisah sinetron Anak Langit, Senin (3/7/2017).
Sewaktu terbangun dari matinya, Debrong yang diperankan oleh Philip De May sempat mengungkapkan perasaan yang dialaminya.
"Lelah juga ya meninggal, sampai keringatan begini," kata Debrong.
"Lapar kali perut aku," tambahnya.
Kemudian Debrong menemukan sejumlah makanan di atas meja tak jauh dari tempat ibunya berbaring.
Ia lalu menyantap makanan itu hingga merasa kenyang.
"Kalau lagi meninggal, banyak makanan begini rupanya, besok meninggal lagi aja ya? Amit-amit, Astagfirullah Hal Azim," kata Debrong," kata Debrong.
Setelah makan, Debrong kemudian merasa ngantuk dan kemudian tidur di samping ibunya.

Dilansir sebelumnya oleh Pos Belitung,
Jalan cerita sinetron Anak Langit kembali bikin kejutan.
Sebelumnya di episode 224, Debrong (Philip De May) alias Ade Brongos dikisahkan meninggal dunia karena serangan jantung.
Namun pada episode 225, Debrong ternyata hidup lagi!
Dalam ceritanya, Ibu Debrong sempat teriak karena melihat posisi anaknya sudah berpindah.
Begini kronologinya.
Jenazah Debrong disemayamkan di ruang tengah di rumah ibunya.
Pada saat malam, sang ibu berbaring di samping jenazah Debrong.
Sementara di beranda rumah, anak-anak Rainbow sedang duduk-duduk sambil mengenang kembali masa hidup Debrong.
Kemudian adegan masuk ke alam mimpi di mana Debrong merasa sedang berada di sebuah tempat yang indah, di antara perbukitan dan sungai-sungai.
Langkah Debrong terhenti saat mendengar teriakan anak-anak Rainbow yang memanggilnya.
Namun panggilan itu tak dihiraukannya dan terus berlalu menuju tempat yang indah di depannya.
Tiba-tiba terdengar suara panggilan sang ibu.
"Adeee..jangan kau tinggalkan mamak kau sendirik nak, mamak sayang kau, mamak tak mau kehilangan kau Deee," kata sang ibu.
"Mamak tak sanggup hidup tanpa kau, kembali nak," tambah ibunya.
Mendengar panggilan ibunya, Debrong pun sempat terdiam sesaat.
Ia pandangi tempat yang indah itu sebentar lalu berpaling menuju ibunya.
Debrong kemudian mencium tangan ibunya dan memeluk ibunya.
Selanjutnya adegan beralih ke dunia nyata di mana Debrong tampak menghembuskan nafas dan terbatuk-batuk di balik kain yang menyelubunginya.
Debrong menoleh ke kiri dan kanan beberapa kali dan kemudian berusaha bangkit dalam kondisi badan dibungkus kain kafan.
Ia berusaha berdiri tapi kemudian terjatuh karena kakinya ternyata terikat kain.
Dari luar terdengar suara Gerry sedang membicarakan Debrong.
Suara itupun langsung dikenali Debrong dan ia beranjak ke ruang tamu.
Debrong kemudian mendengar percakapan teman-temannya.
"Kita doain ajalah, semoga amal ibadahnya diterima Allah Subhanahuataalla," kata salah satu di antara temannya.
Pernyataan ini membuat Debrong terkejut.
"Mereka pikir sudah matinya aku," kata Debrong dalam hatinya.
Debrong juga mendengar pembicaraan mengenai ulah Jaylani yang mengerjainya sebelum meninggal.
"Emang kurang ajar itu Neng Lani (Jaylani) liat aja, dia harus aku kasih pelajaran," kata Debrong dalam hati.
Ia lalu kembali ke ruang tengah dan melihat ibunya sedang tidur.
Debrong sempat bingung mengenai langkah selanjutnya pasca bangun dari meninggal.
Pada saat yang bersamaan, ia pun merasa lapar.
Debrong kemudian menyantap makanan yang ada di ruang tengah.
Setelah makam, matanya pun terasa ngantuk.
Debrong kemudian memutuskan tidur di samping ibunya.
Beberapa waktu kemudian, ibu Debrong terbangun dari tidur.
Betapa kagetnya ia melihat Debrong sudah berpindah posisi.
Ibu Debrong langsung berteriak dan membuat anak-anak Rainbow bergegas menghampirinya.
"Ini Si Ade, gelinding sampai ke sini dia," kata Ibu Ade pada anak-anak Rainbow.
Gerry dan kawan-kawan tak menyangka sama sekali bahwa Debrong sempat bangun.
Mereka kemudian bersama-sama memindahkan Debrong ke posisi semula dan menyelebunginya dengan kain.
Anak-anak Rainbow dan Ibu Debrong melihat jenazah Debrong berpindah posisi. (youtube)
Sayang pada episode 225 ini tak digambarkan kelanjutan nasib Debrong.
Sebab, episode ini keburu bersambung saat orang-orang ke esokan harinya datang melayat.