Tawa Andrea Hirata di Balik Pintu Kamar Kata, Sebuah Asa yang Tersirat dan Terus Mengganjal Hatinya

Penampilan itu juga merupakan sebuah momen penanda dimulainya aktivitas di Ruang Kata, sebuah fasilitas baru di Museum Kata Andrea Hirata.

Tawa Andrea Hirata di Balik Pintu Kamar Kata, Sebuah Asa yang Tersirat dan Terus Mengganjal Hatinya
Pos Belitung/Wahyu Kurniawan
Andrea Hirata terlihat dari balik pintu kaca bangunan Ruang Kata saat tampil dalam festival sastra di Museum Kata Andrea Hirata, Jumat (7/7/2017) sore. 

Sebab ruang itu menyerupai etalase berdinding dan berpintu kaca.

Setelah mengamati beberapa saat, Pos Belitung mendapatkan momen untuk memotret.

Momen itu adalah di saat seorang anak, siswa sekolah gratis Museum Kata usai menunjukkan kebolehannya memainkan keyboard.

Jepreet!!!

Kemudian jadilah sebuah foto Andrea Hirata dan anak itu dalam sebuah bingkai pintu kaca Ruang Kata.

Andrea tertawa sambil memandangi anak itu berlalu di hadapannya.

Andrea Hirata terlihat dari balik pintu kaca bangunan Ruang Kata saat tampil dalam festival sastra di Museum Kata Andrea Hirata, Jumat (7/7/2017) sore.
Andrea Hirata terlihat dari balik pintu kaca bangunan Ruang Kata saat tampil dalam festival sastra di Museum Kata Andrea Hirata, Jumat (7/7/2017) sore. (Pos Belitung/Wahyu Kurniawan)

Beberapa saat kemudian barulah tampak makna tersirat dari tawa Andrea itu.

Ia senang menyaksikan aksi para generasi penerus.

Bukan soal musik saja, tapi juga prihal karya sastra.

Asa Andrea tampak ketika Pos Belitung menghadiahinya buku berjudul 'Kulek Terakhir Sebuah Pengantar Sejarah Suku Sawang Gantong'.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved