Breaking News:

Inilah Kopi Asli Belitong, Petaninya Sempat Bingung Soal Pemasaran

Sekitar lima dan enam tahun lalu, Yetni dan petani lainnya di Trans Renggiang mulai menanam kopi.

Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Edy Yusmanto
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Caption: Biji kopi hasil dari petani Trans Renggiang, Desa Renggiang, Kecamatan Simpangrenggiang, Belitung Timur saat dibawa ke kantor Kopi Belitong, Jumat (14/7/2017). (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR- Yetni Mustofa (41), petani di Trans Renggiang, Desa Renggiang, Belitung Timur (Beltim) membawa sebanyak 2,5 kilogram kopi di dalam kresek ukuran lima kilogram ke kantor Kopi Belitong, di belakang Kantor Pelayanan dan Konsultasi Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Manggar, Jumat (14/7/2017).

Kopi itu adalah kopi produksi petani di trans Renggiang, Desa Renggiang, Beltim.

Yetni membawanya untuk dijual ke Kopi Belitong dengan harga Rp 20 ribu per kilogram.

Sekitar lima dan enam tahun lalu, Yetni dan petani lainnya di Trans Renggiang mulai menanam kopi.

Bibit diambil dari Desa Lilangan, Beltim.

Begitu menghasilkan, mereka sempat kebingungan memasarkan panennya di Belitung.

"Mikir awalnya ke depan ada yang beli. Cuma yakin aja. Saya lihat di Belitung in banyak penggemar kopi. Tapi tidak ada yang nanam kopi. Apalagi dulu tagline-nya 1001 warung kopi, saya lihat apa ada kopinya?," kata Yetni.

Karena tak mendapatkan pemasaran, beberapa para petani di Desa Renggiang menebang tanaman kopi mereka lalu menggantinya dengan tanaman karet.

Tanaman kopi yang awalnya banyakpun, kini hanya tinggal sekitar 300 batang saja. Itupun banyak yang tidak terawat.

"Karena bingung jualnya," tutur lelaki yang juga berprofesi sebagai Satpam di sebuah sekolah di Simpang Renggiang ini.

Dia mengatakan, kopi dipanen ketika sudah berusia tiga atau empat tahun.

Jika perawatan baik maka panen akan lebih cepat.

Pun demikian jika mendapatkan pemasaran yang baik, tanaman ini juga dinilai lebih menghasilkan dan mudah perawatannya ketimbang tanaman karet.

"Saat ini ada yang masih kecil-kecil itu sekitar seribu batang. Misal pemasarannya bagus, insya Allah tanahnya cocok. Perawatannya itu tidak sulit,"ujarnya. (*)

Sumber: Pos Belitung
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved