Kisah Mantan Perawat, Tujuh Kali Naik Haji Tapi Tak Melihat Kabah, Ternyata Lakukan Ini Saat Muda

Ulama itu kemudian meminta Sarah introspeksi, mengingat kembali, mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya di masa lalu, sehingga...

net
ILustrasi mengitari Kabah 

POSBELITUNG.COM - Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan (bukan nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan ibadah Haji.

Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu senang dengan ajakan anaknya itu.

Sebagai muslim yang mampu secara materi, mereka memang berkewajiban menunaikan ibadah haji.

Segala perlengkapan sudah disiapkan.

Singkatnya ibu anak-anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci.

Kondisi keduanya sehat wal afiat, tak kurang satu apapun.

Tiba harinya mereka melakukan thowaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah dan untuk menunaikan ibadah haji

"Labbaik allahuma labaik, aku datang memenuhi seruan-Mu ya Allah"

Hasan menggandeng ibunya dan berbisik, “Ummi undzuri ila Ka’bah (Bu, lihatlah Ka’bah).”

Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi berwarna hitam itu.

Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi, ia terdiam. Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya.

Hasan kembali membisiki ibunya.

Ia tampak bingung melihat raut wajah ibunya.

Di wajah ibunya tampak kebingungan.

Ibunya sendiri tak mengerti mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan.

Beberapakali ia mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah kegelapan.

Padahal, tak ada masalah dengan kesehatan matanya.

Beberapa menit yang lalu ia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved