6.700 Penduduk Beltim Tercatat Tak Punya Buku Nikah, Tapi Sah Menurut Agama

Kemudian 6768 di antaranya tercatat sebagai suami istri tetapi tidak memiliki akta perkawinan atau buku nikah. Mereka tercatat menikah sah secara...

6.700 Penduduk Beltim Tercatat Tak Punya Buku Nikah, Tapi Sah Menurut Agama
Pos Belitung/Dedy Qurniawan
Suasana Dialog Interaktif Pencatatan Perkawinan dengan Pemuka Agama yang digelar Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Disdukcapil) Belitung Timur (Beltim) di ruang pertemuan kantor Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Senin (14/8). POS BELITUNG/DEDY QURNIAWAN 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Data Kementerian Dalam Negeri untuk penduduk Kabupaten Belitung Timur per semester II 2016 menyebutkan, dari total 119261 jiwa penduduk Beltim, 24137 (78,1 persen) di antaranya telah memiliki akta perkawinan atau buku nikah.

Kemudian 6768 di antaranya tercatat sebagai suami istri tetapi tidak memiliki akta perkawinan atau buku nikah.

Mereka tercatat menikah sah secara agama tapi tidak diakui oleh negara.

Jumlah penduduk Beltim yang belum atau tidak memiliki buku nikah ini menjadi pokok pembahasan acara Dialog Interaktif Pencatatan Perkawinan dengan Pemuka Agama yang digelar Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Disdukcapil) Belitung Timur (Beltim) di aula pertemuan kantor Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Senin (14/8/2017).

Kepala Bidang Pelayanan Catatan Sipil Disdukcapil Beltim Efa Hastuti berpendapat besarnya jumlah penduduk Beltim yang tercatat tidak memiliki buku nikah bisa saja terjadi karena persoalan teknis pada sistem administrasi kependudukan (SIAK).

"Orang mencantumkan status kawin misalnya, tapi saat pemutakhiran data tidak membawa buku nikah atau tidak mencantumkan, jadi tidak klop datanya. Seharusnya, data kawin harus disertai dengan nomor buku nikah, baru klop," beber Efa kepada Pos Belitung.

Efa juga membenarkan angka ini muncul karena berbagai persoalan.

Satu di antaranya karena ulah oknum yang sering mengatasnamakan KUA saat menikahkan seseorang hingga karena penduduk yang memang sengaja menikah syiri atau sah secara agama dan tidak ingin menikah sah secara hukum negara karena suatu hal.

"Itu bisa jadi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved