HUT Kemerdekaan RI

Soal Pembatasan Atraksi dalam Pawai, Wabup Beltim : Pemerintah Tidak Anti Kritik

Aan mengatakan, pembatasan atraksi di depan panggung kehormatan tersebut bukan berarti pemerintah anti-kritik terhadap pesan-pesan

Soal Pembatasan Atraksi dalam Pawai, Wabup Beltim : Pemerintah Tidak Anti Kritik
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Caption:FOTO BERSAMA- Wakil Bupati Beltim Burhanudin (Aan) berfoto bersama jajaran pejabat Forkominda Beltim usai menyaksikan Pawai Pembangunan Beltim untuk peserta SD, TK, dan PAUD di panggung kehormatan, Jalan Sudirman, Kecamatan Manggar, Beltim, Selasa (22/8/2017). Aan menepis anggapan jika pemerintah dinilai anti-kritik karena adanya pembatasan atraksi di depan panggung kehormatan. (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR- Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim) Burhanudin (Aan) menepis anggapan bahwa pemerintah bersikap anti-kritik karena tak diperbolehkannya peserta pawai melakukan atraksi di depan panggung kehormatan pada Pawai Pembangunan Kabupaten Beltim 2017.

Soal atraksi ini diketahui menjadi nyinyiran sejumah warga di media sosial.

Menurut Aan, pembatasan atraksi tersebut semata-mata hanya karena faktor menjaga waktu agar pawai tak berakhir menjelang malam hari.

"Sebenarnya kami tidak menghalangi untuk beratraksi, cuma jangan sampai berakhirnya Maghrib. Ini soal waktu saja,"kata Aan ditemui usai Pawai Pembangunan Beltim 2017 untuk peserta kategori SD, TK, dan PAUD.

Aan mengatakan, pembatasan atraksi di depan panggung kehormatan tersebut bukan berarti pemerintah anti-kritik terhadap pesan-pesan yang disampaikan oleh peserta pawai. Kalaupun dikritik dalam pawai, Aan menilai itu sebagai sesuatu yang wajar.

"Oh tidak (anti-kritik). Kritik yang disampaikan oleh maysarakat itu sesusatu yang wajar. Kami harus siap menerima itu. Kami memang belum tentu bisa memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, pemerintah pusat saja bisa dikritik orang, apalagi di daerah," ujarnya.

Aan berpendapat, kritik yang disampaikan justru akan dijadikan sebagai cambuk bagi pemerintah dalam melakukan penataan-penataan pemerintah ke depan. "Karena kami butuh saran, butuh masukan. Tapi kritik yang membangun, bukan saling menjatuhkan, saling menghujat, tapi saling mengingatkan satu sama lain," ujarnya. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved