Breaking News:

Tarif Bisnis Penyebaran Ujaran Kebencian yang Dipatok Kelompok Saracen

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menemukan sejumlah proposal di tempat tersangka.

Editor: Rusmiadi
Tarif Bisnis Penyebaran Ujaran Kebencian yang Dipatok Kelompok Saracen
Ilustrasi

POSBELITUNG.COM - Kelompok penyebar ujaran kebencian, Saracen, memiliki motif ekonomi saat melakukan aksinya.

Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono menerangkan, Saracen memiliki tarif tertentu sesuai beban kerja dalam proyek ujaran kebencian.

Hal tersebut terungkap setelah penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menemukan sejumlah proposal di tempat tersangka.

Di dalam proposal tersebut terdapat rincian harga kelompok Saracen.

"Penyidik menemukan ada satu proposal. Di sana bunyi proposal untuk pembuat web, dia patok harga 15 juta rupiah," ungkap Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kamis (24/8/2017).

Kemudian untuk membuat buzzer sekitar 15 orang, dikenakan biaya sebulan Rp 45 juta. Ketuanya sendiri mematok harga Rp 10 juta. Jika ditotal dengan biaya lain-lain mencapai Rp 72 juta.

Baca: Alasan Ekonomi, Ibu Ini Sebar Berita Hoax Berbau SARA Sesuai Pesanan, Begini Modusnya

"Yang terakhir ada cost untuk wartawan. Ini kan baru data-data yang ditemukan dari yang bersangkutan," jelas Awi.

Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri berhasil menangkap kelompok Saracen yang diduga melakukan kampanye penyebar ujaran kebencian di dunia maya.

Polisi menangkap anggota kelompok Saracen yang terdiri dari JAS (32) di Pekanbaru, SRN (32) di Cianjur, serta MFT di Koja, Jakarta Utara. (Wartakotalive.com/Fahdi Fahlevi).

Berita ini sebelumnya sudah dimuat di wartakotalive.com dengan judul : Bisnis Ujaran Kebencian, Ini Tarif yang Dipatok Kelompok Saracen

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved