Breaking News:

Wali Kota Pekalongan Ditemukan Telungkup Oleh Putrinya, Ini Penjelasan Dokter Terkait Kematiannya

Alex baru saja tiba di Kota Pekalongan sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah itu, kata Arif, Alex pulang ke kediamannya di Jalan Toba, Kota Pekalongan.

TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Para pelayat memenuhi rumah duka Wali Kota Pekalongan, Achmad Alf Arslan Djunaid, Kamis (7/9/2017). 

"Jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga," kata Arif.

Sebelum dimakamkan, kata dia, jenazah disalatkan di Masjid Agung Jami di Kompleks Alun Alun Kota Pekalongan.

"Proses pemakaman akan dilaksanakan setelah salat jumat," imbuhnya.

Alex lahir di Pekalongan, pada 24 Mei 1970. Dia meninggalkan seorang istri, Ratna Sovia Sunhadji dan dua putri kembar, Amadea Revalana Djunaid dan Amadea Alena Djunaid.

Alex resmi menjabat wali kota Pekalongan pada 17 Februari 2016.

Ia memenangi Pilkada Kota Pekalongan 2015. Ia berpasangan dengan HM Saelany Mahfudz.

Dokter RSUD Bendan, Kukuh Subekti, yang sempat menangani Alex, mengatakan saat tiba di rumah sakit, kondisi wali kota tidak sadarkan diri.

"Tidak terasa nadinya. Penanganan darurat jantung dan paru-paru dilakukan selama dua setengah jam," ungkap dokter spesialis penyakit dalam itu.

Hingga akhirnya, pimpinan kelompok penanggulangan tanggap darurat RSUD Bendan, Bima, yang merupakan dokter spesialis jantung menyatakan Alex meninggal dunia sekitar pukul 15.30.

Kukuh menyatakan Alex tak memiliki riwayat penyakit jantung.

"Semua terjadi begitu saja. Berdasarkan penelitian, jika ada kejadian seperti itu, hanya ada dua kemungkinan, gumpalan darah yang menyumbat di pembuluh jantung atau di batang otak," jelasnya. (mam/raf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved