Hampir Tiga Pekan Berunding dengan Pemerintah, Ini yang Didapat Bos Freeport Saat Pulang ke AS

Hampir tiga pekan Richard menginap di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta untuk memperoleh detil perundingan atas lima poin negosiasi.

Hampir Tiga Pekan Berunding dengan Pemerintah, Ini yang Didapat Bos Freeport Saat Pulang ke AS
YouTube
CEO Freeport McMoran Richard Adkerson 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Sejak berada di Indonesia tanggal 29 Agustus 2017, CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson akhirnya pagi tadi, Jumat (15/9) pulang ke Amerika Serikat.

Hampir tiga pekan Richard menginap di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta untuk memperoleh detil perundingan atas lima poin negosiasi.

Namun, rupanya Richard tidak memperoleh kepastian apa-apa soal kepastian perpanjangan kontrak hingga 2041, pembangunan smelter, divestasi 51%, perubahan dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), dan soal perpajakan.

Juru Bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama menyatakan bahwa belum ada kemajuan apa-apa selain hal-hal yang dibicarakan pada tanggal 29 Agustus lalu saat konfrensi pers bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani di kantor Kementerian ESDM.

"Beliau (Richard Adkerson) baru pulang tadi pagi," pungkas Riza ke KONTAN, Jumat (15/9).

Sumber KONTAN di kantor Kementerian ESDM membeberkan, pemerintah dibuat sakit kepala untuk merumuskan detil soal perundingan itu, khususnya soal perhitungan valuasi harga divestasi 51%, rumusan hitungannya masih belum pas.

Apalagi Freeport meminta supaya valuasi harga melalui mekanisme harga pasar dengan memasukan cadangan sampai tahun 2041.

Adapun siapa yang akan mengambil divestasi saham 51% ini, pemerintah juga masih adu kuat dengan persepsinya masing-masing. Sumber itu membisiki, bahwa belum semua sepakat bahwa Holding BUMN Pertambangan yang mengambil divestasi saham.

"Ada yang kekeuh pemerintah yang harus ambil. Bukan Holding BUMN Pertambangan," terangnya kepada KONTAN, Jumat (15/9). Namun sayang, ia enggan menyebutkan siapa orang tersebut.

Selain divestasi, yang masih sulit untuk diselesaikan yaitu mengenai penerimaan negara.

Halaman
12
Editor: aladhi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved