Jalani Usaha Permak Jins, Pria Ini Kantongi Ratusan Ribu Setiap Hari

Konsumennya tetap ada, menurut dia, warga lebih memilih memermak jinsnya ketimbang membeli baru.

Penulis: Dedi Qurniawan |
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Caption: Herman (40) sedang melayani konsumen usaha permak Jins-nya di Desa Padang, Kecamatan Manggar, Beltim, Selasa (19/9/2017). (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Kemudahan berbelanja online yang menawarkan produk-produk jins (celana yang dibuat dari bahan yang keras dan kuat yang disebut denim) relatif murah saat ini lantas tak membuat Herman (40), gusar.

Meski dengan pendapatan tak tetap, usaha permak jins keliling yang ia lakoni selama ini tetap saja laku.

Konsumennya tetap ada, menurut dia, warga lebih memilih memermak jinsnya ketimbang membeli baru.

Apalagi jins termasuk jenis celana dengan bahan yang tak lekang oleh waktu. Trennya hanya soal seputaran model, sementara bahannya tetap jins sehingga masih bisa diakali dengan dipermak.

"Konsumen sih terus ada. Banyak yang minta dikecilin, atau digedein, kemudian ganti risleting. Alasan mereka masih sayang. Sayang kalo dak dipake. Apalagi (tren) jins kan tidak termakan waktu," ujar bapak dengan tiga anak ini saat ditemui sedang melayani konsumennya di Desa Padang, Kecamatan Manggar, Selasa (19/9/2017) kemarin.

Warga asal Pandeglang (Banten) yang telah menetap sekitar 7 tahun belakangan Beltim itu menetap di kawasan Danau Nujau, Kecamatan Gantung.

Dia berkeliling hampir setiap hari di sekitar wilayah Beltim menggunakan sepeda motor sambil membawa mesin jahit di jok belakangnya.

Herman mematok tarif jasa permak bervariasi. Untuk celana jins, harga jasa yang ditawarkan berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per potong.

Herman tak hanya melayani permak jins, namun juga permak baju dan celana kain yang dipatok dengan harga jasa Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu.

Pendapatannya bervariasi hingga mampu mengantongi omset hingga Rp 300 ribu-Rp 400 ribu saat sedang ramai. Meski demikian, ada saja sejumlah kasus permak yang tak bisa ia tangani.

"Kayak menaikkan posisi lengan baju itukan susah," ujarnya.

Kecakapan jahit menjahit dalam memermak jins Herman dapatkan dari pengalamannya bekerja di perusahaan konveksi di Banten. Dia mengaku punya pengalaman ikut terlibat dalam memproduksi jins merek Mela yang ia sebut untuk keperluan ekspor. (*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved