Breaking News:

BNN Pastikan Isu Permen Susu Mengandung PCC, Hoaks!

Chat dan beberapa gambar permen susu dengan bentuk binatang beberapa hari terakhir beredar di jejaring media sosial.

Editor: Edy Yusmanto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menunjukan barang bukti saat ungkap kasus tindak pidana kesehatan di Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta, Jumat (22/9/2017). Sebanyak kurang lebih 10 juta butir PCC disita Dit IV Bareskrim Polri dari empat wilayah yang disinyalir sebagai gudang penyimpanan dan pabrik pembuatan PCC, dari pengungkapan kasus tersebut diamankan empat tersangka yang memproduksi pil tersebut. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sulistiandriatmoko mengatakan, informasi yang beredar di masyarakat

mengenai permen susu mengandung paracetamol caffein carisoprodol (PCC) adalah informasi palsu atau Hoaks.

Chat dan beberapa gambar permen susu dengan bentuk binatang beberapa hari terakhir beredar di jejaring media sosial.

Disebutkan bahwa permen susu tersebut mengadung PCC yang menyebar di kalangan murid sekolah dasar.

"Telah beredar luas di media sosial tentang peredaran narkoba dengan sasaran anak-anak dalam bentuk permen susu di wilayah Ambarawa. Perlu diketahui, informasi itu Hoaks atau berita bohong," kata Sulis saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (23/9/2017).

Menurut Sulis, pihak terkait seperti Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan sudah mengecek seluruh sekolah dan pasar di sana.

Dari hasil pengecekan, tidak didapati sama sekali permen susu yang dimaksud mengandung PCC.

Pengecekan turut menyasar hingga tingkat kecamatan dan di tiap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di sana, dan dipastikan tidak ada permen seperti itu.

Meski demikian, Sulis tetap meminta peran aktif masyarakat untuk waspada terhadap apa yang akan dikonsumsi oleh anak-anak.

Dia juga mengimbau agar masyarakat dapat segera melapor ke aparat yang berwenang bila menemukan hal-hal atau berbagai bentuk pangan yang dinilai mencurigakan.

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved