Breaking News:

Terungkap Ini Kapal VOC yang Diserang di Belitung, Strategi Perlawanan Kerajaan Balok Mengejutkan

Secara politik, kerajaan Balok tampak beberapa kali harus menghadapi invasi VOC. Namun terhitung sejak tahun 1668 sampai akhirnya VOC bubar pada awal

internet
Ilustrasi: foto kiri - Penggalian situs arkeologi kapal Viking yang luar biasa ditemukan di Oseberg tahun 1904 (scienceblogs.com/ repost by irisharchaeology.ie), foto kanan- NorwegiaExcavation of the Oseberg ship 1904 or 1905 Viking Ship Museum, Oslo, Norway (commons.wikimedia.org) 

Kerajaan Balok sudah eksis di pulau Belitung sejak abad ke-17 sampai abad ke-19.

Periode permulaannya merujuk pada kurun waktu 1618-1661. Letak kerajaannya berada di sekitar sungai Balok, yang sekarang termasuk dalam wilayah administrasi Desa Balok, Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Baca: Menguak Fakta Tersembunyi Sejarah Kerajaan Balok, Kerajaan Berbasis Industri di Indonesia

Secara politik, kerajaan Balok tampak beberapa kali harus menghadapi invasi VOC. Namun terhitung sejak tahun 1668 sampai akhirnya VOC bubar pada awal abad ke-19, kerajaan ini selalu lolos dari invasi tersebut.

Tidak diketahui detil strategi yang dimainkan oleh kerajaan Balok dalam menghadapi VOC. Namun bisa jadi kerajaan ini telah menerapkan strategi pencitraan dan opini publik.

Ilustrasi VOC
Ilustrasi VOC (sejarah-nusantara.anri.go.id)

Sejak VOC datang ke Belitung pada tahun 1668, wilayah kerajaan Balok di pulau Belitung sudah dicitrakan sebagai sarang bajak laut dan tempat bermukimnya para penjahat dari berbagai daerah. Kemudian opini publik di nusantara seolah menjadi satu suara.

Sejumlah laporan tertulis dari abad ke-17 dan ke-18 menyatakan bahwa pulau Belitung tidak aman, tidak sehat, dan tidak ekonomis. Laporan-laporan itu ditulis oleh berbagai kalangan, mulai dari suku bangsa asia sampai orang Eropa sendiri. Kondisi ini pula yang pada akhirnya membuat VOC tampak ‘tidak bersemangat’ untuk bekerjasama atau menguasai kerajaan Balok.

Ekspedisi pertama VOC ke wilayah kerajaan Balok berlangsung pada tahun 1668. Detil ekspedisi ini juga ditulis dalam buku Stapel, ‘Aanvullende gegevens omtrent de geschiedenis van het eiland Billiton en het voorkomen van tin aldaar’ (1938).

Ekspedisi itu berlangsung setelah hubungan perdagangan antara Belitung dan Batavia terjalin sekurang-kurangnya selama dua dekade. Singkat kata, pada 22 Mei 1668 sebuah perahu dari Belitung tiba di Batavia. Perahu itu milik seorang bernama Kiahi Sampoera yang mengaku sebagai Raja dari kepulauan Bangka Belitung. Setelah sebulan lebih berada di Batavia, Kiahi Sampoera mulai menjajaki kerjasama dengan VOC.

Kepada VOC, Kiahi Sampoera mengaku tidak mau tunduk oleh bujukan raja-raja dari Jambi, Johor, dan Bantam. Ia juga bermusuhan dengan Palembang karena dirinya tidak mau tunduk dan tidak mengakui sultan. Kemudian ia juga mengaku bermusuhan dengan Lampung karena dirinya tidak mau ambil bagian dalam aksi perompakan di sana. Maka itu Kiahi Sampoera ingin bekerjasama dengan VOC untuk melindungi diri dan rakyatnya dari para musuh. Sebagai gantinya, Kiahi Sampoera bersedia memberikan hak monopoli perdagangan pada VOC.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved