Kalian Mau Jadi Politikus? Contoh Bung Hatta Karena Alasan Ini

Apa kalian termasuk orang yang sempat membayangkan atau bercita-cita menjadi seorang politikus? Sosok berikut ini bisa kalian jadikan contoh

Tayang:
internet
ilustrasi 

POSBELITUNG.COM - Apa kalian termasuk orang yang sempat membayangkan atau bercita-cita menjadi seorang politikus?

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yang dilansir kbbi.kemdikbud.go.id.

Arti kata politikus adalah

1 n ahli politik; ahli kenegaraan
2 n orang yang berkecimpung dalam bidang politik.

Lantas bagaimana cara merintis impian kalian menjadi seorang politikus?

Tentu banyak cara, tapi salah satunya adalah menentukan figur yang layak dijadikan panutan.

Siapa yang layak untuk kalian jadikan panutan untuk menjadi seorang polikus masa kini?

Ceraham Ustaz Abdul Somad, Lc. MA berikut ini bisa jadi refrensi buat kalian.

Dalam ceraham tersebut Ustaz Abdul Somad mengulas tentang sejarah bangsa dan para tokoh-tokoh pahlawannya.

Beberapa nama tokoh yang disebut adalah Jenderal Besar Sudirman, Mohammad Hatta, dan AH Nasution.

Ustaz Abdul Somad menutarakan ceramahnya dalam konteks simulasi komunikasi orangtua dan anak.

Ketika seorang anak bercita-cita menjadi tentara, orangtua tinggal persilahkan, tapi dengan catatan bahwa sikap si anak harus seperti Jenderal Sudirman.

"Engkau mau menjadi politikus, silahkan, tapi menjadi politikus seperti siapa, seperti politikus orang hebat Abdul Haris (AH) Nasution, Bung Hatta," kata Ustaz Abdul Somad.

Lalu ia memaparkan sekilas tentang sosok Bung Hatta, tokoh proklamator bangsa Indonesia.

Menurut Ustaz Abdul Somad, kondisi Bung Hatta di hari tuanya terbilang susah. Hal ini diketahui saat Bung Hatta mendapat kunjungan dari Gubernur Jakarta.

Pada saat itu listrik rumah Bung Hatta diputus karena tidak sanggup membayar.

Temuan ini membuat Gubernur Jakarta ternganga.

Bagaimana bisa seorang proklamtor, wakil presiden dalam kondisi susah seperti itu.

Lalu Ustaz Abdul Somad mencoba menirukan ucapan Bung Hatta ketika menjelaskan permasalah tersebut.

"Aku menjadi pemimpin negeri ini untuk mengemban amanah, memerdekakan negeri ini, bukan ingin menjadi kesenangan dunia," kata Ustaz Abdul Somad.

Mohammad_Hatta
Mohammad_Hatta (id.wikipedia.org)
Foto terakhir Bung Hatta sebelum jatuh ke rumah sakit pada 1 Maret 1980.
Foto terakhir Bung Hatta sebelum jatuh ke rumah sakit pada 1 Maret 1980. (id.wikipedia.org)

Lebih lanjut Ustaz Abdul Somad mengungkapkan kekagumannya pada sikap Bung Hatta.

Sebab sikap itu ditampakkan dari seorang yang bukan lulusan sekolah islam atau bertitel layaknya pada ustaz.

"Luar Biasa, dia bukan Lc MA itu Bung Hatta, bukan lulusan Kairo Bung Hatta, lulusan Amsterdam, Belanda, otaknya Belanda, tapi hatinya Mekkah, lulusan ijazahnya Belanda, Bahasa Belandanya luar biasa, tapi pikirannya pikiran Ka'bah, apa itu? Semangat keislaman, Mohammad Hatta,' kata Ustaz Abdul Somad.

Semangat keislaman yang sama menurut Ustaz Abdul Somad juga ditunjukkan oleh beberapa tokoh lain seperti Jenderal Sudirman, AH Nasution, Kahar Muzakir, dan Presiden Soekarno.

Dalam pada itu Ustaz Abdul Somad menekankan pentingnya memahami sejarah.

"Perhatikan baik-baik, pahami sejarah," Ustaz Abdul Somad

Ia lalu membaca kutipan dalam bahasa Arab dan langsung menerjemahkannya.

"Orang celaka, adalah orang yang tidak mengerti sejarahnya," kata Ustaz Abdul Somad.

Tak lupa Ustaz Abdul Somad kembali membuat simulasi untuk menjabarkan cerahamnya.

"Nanti anak-anaknya nanya, Pak kita ini bangsa apa? Pokoknya udah sejak papa kecil udah begini, jangan tanya-tanya, banyak tanya masuk neraka kata Pak Ustad. Ceritakan kepada dia, anak ku, yang laki-laki, yang perempuan, menantu ku, duduk, bapak mau cerita ini panjang lebar, apa ceritanya pak, nah tak pula ingat, entah ape. Tapi yang jelas, ustadz pernah menyampaikan negeri ini merdeka karena La Ilaha Illallah Muhammad Rasuulullāh, maka jangan khianati agama," kata Ustaz Abdul Somad.

Simak video ceramah Ustaz Abdul Somad  berikut ini :

Jenderal Sudirman

Mengapa Panglima Besar Jenderal Sudirman tidak mati meskipun disiksa dan ditembak Belanda? Ustadz Abdul Somad menjelaskan rahasianya.

“Jenderal Sudirman ditembak Belanda, diserang macam-macam.

Ditangkap, disiksa, tidak juga mati. Sehat. Ditandu di dalam hutan. Tengok foto-foto Jenderal Sudirman.

Menggigil dalam hutan karena serangan demam malaria, tetap juga tidak mati,” kata Ustadz Abdul Somad.

Orang bertanya, “Jenderal punya jimat, enggak?”

Kata Jenderal Sudirman, “saya punya jimat.”

“Mana jimatnya?”

“Tiga.”

Apa itu jimatnya? Ustadz Abdul Somad menerangkan, pertama, wudhunya tidak putus. Panglima Besar Jenderal Sudirman selalu menjaga wudhu.

Kedua, sholatnya tak pernah ditinggal.

Ketiga, lidahnya senantiasa basah berdzikir.

“Panglima Besar Jenderal Sudirman, orangnya sangat relijius. Itu yang membuat negeri ini merdeka!” tegas Ustadz Abdul Somad.

“Jenderal bintang lima, panglima besar, sholat tak pernah ditinggal, dzikir tidak putus, wudhunya senantiasa suci di hadapan Allah.”

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved