Breaking News:

Mau Menikah di Babel Harus Kantongi Sertifikat, Ini Syarat Untuk Mendapatkannya

Bagi calon pengantin di Babel harus kantongi sertifikat Siap Menikah. Jika tidak bisa - bisa proses pernikahan bakal terhadang.

Dok
Guberbur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi 

Laporan Wartawan Bangka Pos Group, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Calon pengantin di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung nantinya harus mengantongi sertifikat siap menikah. Tanpa sertifikat ini, proses pernikahan bakalan bisa terhadang.

Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, calon pengantin harus melewati beberapa hal diantaranya diberikan nasihat pernikahan selama 18 jam, yang dimulai dari nasehat pernikahan pada jenjang desa hingga ke kabupaten.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan usai talkshow bertema Menikah Di Usia Muda dalam Memengaruhi Laju Pertumbuhan Penduduk di Babel, yang digelar di Kantor BKKBN Babel, Rabu (25/10) menyatakan bagi yang tidak memiliki sertifikat ini tidak bisa melangsungkan pernikahan.

Gubernur mengatakan selama ini nasehat pernikahan hanya diberikan pada saat sebelum ijab kabul dan waktu menyampaikan sangat sedikit, sehingga ini belum berpengaruh pada pasangan yang akan menikah.

"Kami akan membuat aturan, didalam aturan itu penghulu memberikan pelatihan mulai dari desa bagi yang akan menikah 8 jam, di kecamatan 6 jam, dikabupaten 4 jam ada materinya tentang pernikahan, ketika sudah lulus materinya dapat sertifikat ini yang dijadikan syarat untuk mengajukan pernikahan, jadi semacam sertifikat siap nikah, dan ini baru dilakukan di Bateng," kata Erzaldi.

Hal ini diberlakukan mengingat tingginya angka pernikahan dini di Babel yang menempati urutan ke empat secara nasional.

Menurutnya, dengan adanya sertifikat seperti ini tingkat kesiapan dan kedewasaan calon pengantin akan semakin baik sehingga bisa meminimalisir angka perceraian. Selain itu juga, sertifikat ini hanya diberikan kepada mereka yang usianya sudah memenuhi ketentuan untuk menikah.

Menurutnya, seritifikat siap menikah ini bisa didapatkan secara personal meski belum mau melangsungkan pernikahan, namun ini bisa dilakukan sebagai bentuk persiapan untuk pernikahan.

"Untuk dapat sertifikat ini tidak harus menunggu akan menikah tapi bisa dilakukan saat merencanakan pernikahan dan ini sifatnya individu meski belum ketemu jodohnya, bisa mengikuti asalkan usianya sudah cukup, jadi nanti ketika mau menikah itu KUA tinggal menambahkan," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved