Breaking News:

DPRD Beltim Dituduh 'Masuk Angin' Soal Aktivitas Kapal Isap, Ini Penjelasan Tom Haryono

Banyak orang-orang yang ‘menyerang’ pribadinya, karena menganggap Ketua DPRD Beltim ‘masuk angin’ mengurusi kapal isap.

Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Rusmiadi
Istimewa
Ketua DPRD Beltim Tom Haryono Harun 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Belitung Timur (Beltim) siap memfasiltasi keberangkatan 25 orang perwakilan nelayan Kelapa Kampit, untuk menyalurkan aspirasi ke Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rozaman terkait perizinan kapal isap di perairan Pering.

Ketua DPRD Belitung Timur (Beltim) Tom Haryono Harun mengatakan fasilitasi keberangkatan itu dilakukan guna menyikapi permasalahan surat yang tak pernah dibalas. Selain itu juga, agar tidak menggangu jadwal Gubernur yang tak punya waktu datang ke Beltim.

“Awalnya kita mau fasilitasi di Beltim saja, cuman dak pernah dapat jawaban. Makanya sekarang biar kita yang datang langsung ke Pangkalpinang dengan masyarakat. Cuman sampai sekarang belum ada kepastian kapan bisa ada waktu,” ungkap Tom sesuai Dialog Audiensi dengan Masyarakat Kecamatan Kelapa Kampit, di dalam siaran pers Diskominfo Beltim, Selasa (7/11/2017).

Tom menegaskan hal ini membuktikan DPRD dan Pemkab Beltim tidak pernah main-main menyikapi kapal isap. Bahkan kemarin Sore, Senin (7/11) DPRD Beltim melakukan rapat internal terkait segala permasalahan kapal isap.

“Masyarakat kan bisa lihat, keseriusan kita. Dak pernah DPRD main-main dengan masalah ini,” kata Tom.

Politisi PDIP ini pun menyesalkan jika masih ada masyarakat menuduh DPRD ‘masuk angin’ dalam menindak lanjuti permasalahan kapal isap.

Baca: Menolak Tambang Laut di Belitung Timur, Pemkab dan DPRD Fasilitasi Warga Bertemu Gubernur

Menurutnya hal itu lebih dikarenakan kapal isap sudah menjadi komoditi politik jelang pemilihan umum.

“Kapal isap ini sudah syarat dengan kepentingan, baik teknis dan non teknis. Yang non teknis ini, biasalah ada kepentingan politik, ada kepentingan bisnis, dan lain-lain yang terselubung,” tegas Tom.

Bahkan, pria asal Kelapa Kampit ini pun mengungkapkan jika masalah kapal isap sudah masuk ke ranah pribadinya.

Banyak orang-orang yang ‘menyerang’ pribadinya, karena menganggap Ketua DPRD Beltim ‘masuk angin’ mengurusi kapal isap.

“Kalau secara institusi silakan jadi sasaran, tapi jangan serang pribadi saya,” katanya.

Dalam dialog Audiensi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut mayoritas masyarakat mempertanyakan tentang masalah perizinan kapal isap dan PT MCM.

Selain itu, masalah bantuan nelayan dan lahan hutan lindung. (*/deq)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved