Breaking News:

Serius Berantas Korupsi, Arab Saudi Tangkap 11 Pangeran, 4 Menteri dan Puluhan Mantan Menteri

Gerakan antikorupsi di Arab Saudi tidak berakhir dengan penangkapan 11 pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri.

EPA
Putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, mengepalai badan antikorupsi yang baru dibentuk. 

POSBELITUNG.COM, ARAB SAUDI - Gerakan antikorupsi di Arab Saudi tidak berakhir dengan penangkapan 11 pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri.

Jaksa Agung, Sheikh Saud Al Mojeb, mengatakan penahanan tersebut "hanyalah awal dari proses penting untuk memberantas korupsi di manapun itu berada."

Al-Mojeb mengatakan proses penyelidikan dugaan korupsi telah mencapai "tahap satu".

"Bukti-bukti dalam jumlah banyak telah dihimpun dan interogasi terperinci sudah dilangsungkan," sebut Al-Mojeb dalam pernyataan resmi.

"Sampai dengan saat ini, semua tersangka bakal mendapat akses penuh kepada pendampingan hukum dan persidangan akan digelar dalam waktu yang tepat dan terbuka bagi semua yang berkepentingan," sambungnya.

Komisi antikorupsi Arab Saudi yang baru dibentuk dan dikepalai putra mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman, telah menahan 11 pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri.

Di antara yang ditahan terdapat Pangeran Alwaleed bin Talal, pengusaha yang mempunyai saham di berbagai perusahaan raksasa seperti Twitter dan Apple.

Forbes menaksir kekayaan bersih Pangeran Alwaleed mencapai US$17 miliar atau sekitar Rp230 triliun.

Pangeran Alwaleed bin Talal tercatat sebagai salah seorang pengusaha paling kaya di dunia.

Lalu ada Adel Fakieh, menteri ekonomi; Ibrahim al-Assaf, mantan menteri keuangan yang juga duduk sebagai anggota dewan perusahaan minyak, Saudi Aramco; serta Bakr bin Laden, bos perusahaan konstruksi Saudi Binladin, dan saudara laki-laki Osama bin Laden.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved