Breaking News:

64 Mahasiswa Manajemen Resort dan Leisure UPI PKL di Desa Burung Mandi Beltim

Data pariwisata Burung Mandi itu kemudian akan diolah saat para mahasiswa ini kembali ke kampusnya. Mereka akan membuat buku

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Edy Yusmanto
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Kaprodi Manajemen Resort and Leisure UPI Bandung Fitri Rahma Fitriah (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Sebanyak 64 mahasiswa dan 4 orang dosen Program Studi (Prodi) Manajemen Resort dan Leisure Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Beltim. Selama dua hari (6-7 Oktober 2017), mereka mengobservasi dan mengumpulkan data lapangan di desa yang kerap disebut sebagai desa wisata di Beltim itu.

Mereka mengumpulkan data sumber daya alam, sumber daya manusia, kelembagaan, terkait pariwisata di Desa Burung Mandi. Mahasiswa juga menyebarkan kuisioner, membuat peta wilayah, mewancarai masyarakat, hingga mengunjungi Disbudpar Beltim.

"Setelah PKL, mahasiswa diminta membuat blue print kawasan yang mereka kunjungi. Kali ini kami memilih ke Burung Mandi, sebelumnya kami beberapa kali ke Kabupaten Belitung, Bali, dan Lombak," kata Kepala Prodi Manajemen Resort dan Leisure UPI Bandung Fitri Rahma Fitriah saat berbincang-bincang dengan wartawan di Rumah Makan Fega, Kecamatan Manggar, Selasa (7/11/2017) malam tadi.

Di RM Fega, mereka menggelar pertemuan, berdiskusi, dan ramah tamah dengan jajaran Pemkab Beltim yang diwakili oleh Aissten II Khaidir Lutfi dan OPD terkait lainnya.

Fitri mengatakan, data pariwisata Burung Mandi itu kemudian akan diolah saat para mahasiswa ini kembali ke kampusnya. Mereka akan membuat buku.

Dia berharap, tugas mahasiswanya dapat membantu Pemkab Beltim untuk mengembangkan pariwisata di Desa Burung Mandi. "Dan bukunya akan diserahkan kepada pemerintah di sini,"katanya

Setelah di Beltim, mereka juga akan mengunjungi sejumlah tempat wisata di Kabupaten Belitung untuk membandingkan pengembangan pariwisata di dua kabupaten ini. Wanita berkacamata ini mengatakan, kegiatan selama dua hari tersebut adalah kegiatan rutin sebagai upaya memperisapkan lulusan menjadi perencana dan pengembang pariwisata di Indonesia.

"Salah satu kompetensi yang diharapkan adalah mampu merencanakan pencanagan dan pengembangan kawasan pariwisata," ujar Fitri Rahma Fitriah. (*)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved