Breaking News:

5 Fakta Seputar Pembakar Polres Dharmasraya: Anak Perwira Polri Sampai Jual Es Tebu

Kebakaran di Markas Kepolisian Resor Kabupaten Dharmasraya, Minggu (12/11/2017) pagi, jadi sorotan.

Tribun Jambi/Jaka Hendra Baittri
Minggu (12/11/2017) rumah terduga pembakar Mapolsek Dharmasraya diawasi ketat oleh kepolisian Bungo di kawasan Kecamatan Rimbo Tengah. (TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI) 

Berkaitan dengan fakta ini, keluarga Iptu M Nur mengatakan tak akan hadir dalam pemakaman Eka.

Hal ini seperti yang disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto.

"Namun, suatu saat akan berziarah kubur dengan meminta aparat kepolisian Polres Dharmasraya mengantar ke lokasi pemakaman," ujarnya sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Di sisi lain, meski tak akan hadir dalam pemakaman Eka, Iptu M Nur berharap jasad anaknya bisa diperlakukan secara baik.

"Harapan dari orang tua serta pihak keluarga pelaku Eka, berharap kepada pihak Polres Dharmasraya agar jenazah dimakamkan saja di Kabupaten Dharmasraya secara Islami serta di tempat yang layak dan mendokumentasikan pelaksanaan proses pemakaman tersebut," ujar Rikwanto melalui keterangan resmi.

4. Pedagang es tebu

Dari hasil penyelidikan kemudian diketahui tentang kehidupan Eka.

Dikutip dari Tribunnews, mendiang Eka bekerja sebagai pedagang tebu semasa hidupnya.

"Adapun kegiatan sehari-hari Eka adalah berjualan Es tebu di Jl. Diponegoro," ungkap Rikwanto.

5. Ingin ke Suriah

Dijelaskan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto lebih lanjut, Eka ternyata sempat menyatakan keinginannya untuk berjihad ke Suriah.

Hal tersebut disampaikan Eka pada mertuanya sebelum melancarkan aksi pembakaran Polres Dharmasraya.

"Eka Fitra Akbar pernah bercerita kepada orang tua perempuannya bahwa dirinya ingin berjihad ke Suriah," terang Rikwanto. (*)

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved