Breaking News:

Kalau Bicara Ekonomis, Siput Gonggong dan Kepiting Pun Ekonomis

Anggota DPRD Babel Eka Budiartha menuturkan, konlik kepentingan ruang laut di Babel terjadi karena absennya

internet
(ILUSTRASI FOTO) Diduga zonasi wilayah pertambangan laut yang ada pada peta yang diusulkan melalui RZWP3K Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Anggota DPRD Babel Eka Budiartha menuturkan, konlik kepentingan ruang laut di Babel terjadi karena absennya hukum tata ruang laut dan peruntukannya.

Menurut Eka, wilayah dan tata ruang laut sangat rentan.

Ia menganalogikan wilayah laut seperti tak ubahnya peruntukan kawasan hutan.

"Ketika ada aktivitas di wilayah hutan, itu harus ada advice dari dinas kehutanan, wilayah itu masuk kawasan apa. Kalau di Hutan Produksi, aktivitas itu harus punya izin pinjam pakai. Nah begitu juga dengan laut. Itu yang tidak dilakukan dinas pertambangan selama ini, kalau di laut, seolah-olah tidak ada pemilik. Padahal ada instansi teknis terkait yang berwenang untuk wilayah laut, (pertimbangan instansi teknis non-pertammbangan) ini yang tidak dilakukan," ujar dia, Kamis (16/11/2017).

Baca: RZWP-3K Babel Belum Rampung Padahal Diajukan Sejak 2014

Baca: Tata Ruang Laut Provinsi Kepulauan yang Belum Juga Beres Disorot

Eka mengatakan, atas dasar itu, tak ada alasan bagi Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan untuk tidak mengevaluasi seluruh aktivitas pertambangan di laut Babel saat ini.

Apalagi, konflik atas wilayah laut, kata Eka, bukan hanya di Belitong, tapi juga di Pulau Bangka.

"Ada kawan yang bilang, kalau bicara tambang, itukan (ekonomis) terbatas (tidak bisa diperbarui). Siput gongong, ketam bakau, itu harganya Rp 100 ribu juga kok (ekonomis), dan ini tidak terbatas sampai kapanpun. Ini tidak sebanding kalau mau bicara ekonomis dan kerusakan ekosistemnya. Ketampun ekonomis, bukan hanya hasil tambang," bebernya. (*)

*Selengkapnya di edisi CETAK Pos Belitung, Jumat (16/11/2017).

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved