Orang Eropa Harus Belajar dari Budaya Belitong, Saran Ini Sudah Ada Sejak 130 Tahun Lalu

Kebudayaan masyarakat di pulau Belitong telah membuat banyak orang terkesan.

Orang Eropa Harus Belajar dari Budaya Belitong, Saran Ini Sudah Ada Sejak 130 Tahun Lalu
Disbudpar Beltim/IST
Para peserta yachter Sail Indonesia 2017 diajak menyaksikan pertunjukan seni budaya Belitong dan mengunjungi objek-objek wisata di Belitung Timur. 

Hasil tersebut mereka bawa dari kampung menuju kota dengan berjalan kaki sejauh belasan sampai puluhan kilometer, pergi pulang.

"Yang seperti itu jangan disebut pemalas," kata De Groot.

Menurutnya orang Belitung tidak membutuhkan banyak, apalagi berbelanja melebihi kebutuhan pokok.

Maka itu orang-orang di kampung memiliki banyak uang yang kadang disimpan di bawah kasur atau ditimbun dalam tanah.

Setiap ruas jalan-jalan pertama di pulau Belitung juga dibangun oleh tangan penduduk Belitung.

Sebelum jalan-jalan tersebut, pengantar surat atau pesan dari kalangan penduduk Belitung harus berjalan melewati jalan setapak di antara hutan-hutan.

Mereka berjalan belasan hingga puluhan kilometer.

Mereka yang sedang dalam perjalanan mengantar surat atau menjual hasil hutan dan pertanian biasa singgah di rumah-rumah penduduk di perkampungan.

Bila ia seorang pria, maka ia diterima di atas beranda.

Tapi bila ia perempuan, maka ia akan dijamu di dalam rumah.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved