Beri Materi ke Pegawai BPS, Syarif Dayan : Hati-hati Menulis Opini Jangan Menghakimi

Opini yang ditulis dengan data bisa memberikan pencerahan kepada pemangku kebijakan yang menggunakan data BPS

Beri Materi ke Pegawai BPS, Syarif Dayan : Hati-hati Menulis Opini Jangan Menghakimi
Bangka Pos/Ardhina Trisila Sakti
Vice Editor In Chief Bangka Pos Group Syarif Dayan saat memberi materi workshop "Menulis opini pemanfaatan data statistik ekonomi wilayah" 

Laporan wartawan Bangka Pos Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Vice Editor In Chief Bangka Pos Group Syarif Dayan, Rabu (22/11) memberi materi workshop "menulis opini pemanfaatan data statistik ekonomi wilayah" kepada puluhan pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) dari tujuh kabupaten/kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Diskusi workshop ini berjalan aktif dengan berbagai pertanyaan dari anggota BPS termasuk oleh Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Darwis Sitorus. Dalam materinya, Syarif Dayan mengulas kelemahan data yang dirilis BPS yang terkesan kaku.

"Data yang sampai jangan terlalu kaku sehingga masyarakat gak pusing karena bicara angka. Kedua dipublish ke media massa agar bisa dibaca luas dan mengena,"terang Dayan.

Ia pun memberi tips menulis opini yang lebih baik dengan menambahkan data. Menurutnya opini yang ditulis dengan data bisa memberikan pencerahan kepada pemangku kebijakan yang menggunakan data BPS sebagai instrumen mengambil keputusan.

"Namun hati-hati ya menulis opini jangan dipadu dengan emosional. Jangan menghakimi," ingatnya.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung, Darwis Sitorus mengatakan workshop menulis opini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota BPS mengutarakan opini dengan benar guna melawan informasi negatif.

Dikatakannya BPS sebagai pelopor data kini mulai belajar mengkomunikasi data bukan hanya kepada pejabat pemerintahan namun juga pada masyarakat.

"Kita gak berdiam diri, sebagai gudang data dan pengetahuan kita ingin menjelaskan dan meng-counter (lawan) berita negatif mungkin dengan opini. Sekarang eranya berkembang, generasi milenial jaman now. Kita mengundang pihak luar, data dari mulut kita mungkin gak menarik makanya kita harus belajar mengemas dengan opini,"ujar Darwin Sitorus kepada Bangka Pos.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: edy yusmanto
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved