Breaking News:

Tim Geopark UBB Gali ‘Harta Karun’ Pulau Tak Berpenghuni, Sumur Misterius Hingga Penampakan Wanita

Sumur tua ini pun punya misteri tersendiri. Menurut Abang S Wanto di dasar sumur terdapat dua keris saling bertindihan.

Penulis: Tomi |
IST
HARTA KARUN -- Prof Dr Ir AgusHartoko MSc (kanan) danYusuke Higaki (Director Asia Infrastructure Corporation, Japan) menyaksikan fenomena batu metamorf yang tersusun indah di hampir semua pantai Pulau Begadung. Batuan unik ini salah satu bagian dari tumpukan ‘harta karun’ yang dimiliki pulau tak berpenghuni itu. 

Ternyata bagian atas pulau berupa tanah datar yang  ditumbuhi   ilalang pendek dan tanaman endemik seperti gadung dan seduduk (keramunting).

Dari bagian atas pulau ini,  pengunjung leluasa menyaksikan pesona laut. Apakah itu  pulau-pulau kecil di sisi Begadang, seperti Pulau Lampu (ditempat ini ada mercu suar), daratan Pulau Bangka hingga  Kampung Sungsang di muara Sungai Musi (Sumatera Selatan).

“Ada rencana di pulau ini akan kita bangun cottage, sehingga pengunjung lebih lama menikmati pesona alam di sekitar dan di bawah pulau,” tukas Agus Hartoko.

Sumber air tawar di Pulau Begadung hanya satu, yaitu dari sumur gali dengan kedalaman tiga dua setengah meter. 

Air sumur tak pernah kering dan menjadi sumber air bagi warga yang  bermalam dengan mendirikan kemah di  bibir pantai.

Sumur tua ini pun punya misteri tersendiri. Menurut Abang S Wanto di dasar sumur terdapat dua keris saling bertindihan. Satu di antaranya menghadap ke Bangka Kota. Satu keris lagi hilang ketika dibawa ke pantai Bangka.

“Dua keris itu sudah ada sejak lama. Satu keris mengarah ke Bangka Kota. Satu lagi dibawa keluarga saya, dan hilang ketika  mobilnya parkir di salah satu  pantai di Pulau Bangka,” ujar  Abang S Wanto.

Pulau Begadung karena proses alam terbagi menjadi dua. Yaitu Begadung Besar dan Begadung Kecil.

Sama dengan Begadung Besar, di bagian atas Pulau Begadung kecil juga datar dan pernah ditanami padi oleh orangtua Abang S Wanto.

“Hasilnya bagus.  Dulu di tahun 1930-an di Pulau Begadung, orangtua saya menanam 40 pohon mangga dan seribu pohon kelapa.  Dari hasil  bercocok tanam di  pulau inilah ayah kami dua kali melaksanakan rukun Islam kelima: naik haji,” tutur Abang.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved