Soal Mekanisme Persidangan Setya Novanto, KPK Serahkan Kepada Pengadilan

Saut Situmorang menjelaskan langkah terakhir yang diambil pihaknya ialah menyerahkan berkas perkara

Soal Mekanisme Persidangan Setya Novanto, KPK Serahkan Kepada Pengadilan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPR Setya Novanto berjalan keluar gedung KPK Jakarta usai menjalani pemeriksaan selama 6 jam, Kamis (23/11/2017). Setya Novanto kembali diperiksa terkait kasus korupsi KTP elektronik dan pemeriksaan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya terkait kecelakaan yang dialaminya pada Kamis (16/11/2017) lalu. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan sepenuhnya teknis persidangan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto ke pihak pengadilan.

Diketahui, sidang perdana kasus ini akan digelar pada Rabu (13/12/2017) besok di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

"Soal persidangan, itu kan mereka (Pengadilan Tipikor) yang punya otoritas, bukan kita," ucap Wakil Ketua KPK, Saut Sitimorang, Selasa (12/12/2017) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Saut Situmorang menjelaskan langkah terakhir yang diambil pihaknya ialah menyerahkan berkas perkara dan tersangka ke Pengadilan Tipikor untuk diadili.

Soal pro dan kontra sidang ditayangkan live atau secara langsung, Saut Situmorang menyarankan agar Pengadilan Tipikor membiarkan pihak stasiun televisi untuk merekam dan melaporkan secara langsung kepada masyarakat.

“Ya gitu, kalau saya bisa kasih pendapat, karena ini kan serba era transparansi, good corporate government, itu kan transparansi dan lagi enggak ada yang tertutupi lagi kan.'

"Semua terbuka,” kata Saut Situmorang.

Sebelumnya, Humas Pengadilan Tipikor Jakarta Ibnu Basuki Wibowo menyatakan sidang dengan terdakwa Setya Novanto dibuka untuk umum namun melaran media televisi menyiarkan secara langsung.

“Sidang terbuka untuk umum, cuma tidak live saja," kata Ibnu di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Pelarangan tersebut lanjut Ibnu, telah sesuai dengan keputusan majelis hakim yang akan menyidang Setya Novanto.

Selain itu, ini juga mengacu pada ketentuan Ketua PN Jakarta Pusat nomor W10.VI/KP.01.1.1705XI.2016.01 tentang pelarangan peliputan atau penayanangan langsung persidangan yang diterbitkan 4 November 2016.

Demi lancarnya persidangan, orang yang masuk ke ruang sidang juga akan dibatasi.

Sebab, ruang utama sidang, yakni Koesoema Atmadja I sangat terbatas.

Sama dengan sidang e-KTP, terdakwa Irman dan Sugiharto, pihak pengadilan akan menyiapkan pengeras suara di luar ruang sidang. (Theresia Felisiani)

Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved