Breaking News:

Wanita Israel Diwajibkan Masuk Militer sebagai Operator Tank dan Pilot Pesawat Tempur

Meskipun dalam tiga kali peperangan itu militer Israel mengklaim sebagai pemenang tapi sesungguhnya...

pinterest
Tentara wanita Israel 

POSBELITUNG.COM - Sebagai negara yang oleh dunia internasional dianggap melakukan penjajahan terhadap warga Arab-Palestina, tentu saja Israel banyak musuh.

Negara-negara Arab dan sejumlah negara lain yang mendukung agar warga Arab Palestina bisa memiliki wilayah merdeka di kawasan Palestina otomatis menjadi musuh Israel dan sewaktu-waktu bisa menimbulkan peperangan.

Sejumlah peperangan antara Israel dan negara-negara Arab sedikitnya pernah terjadi sampai tiga kali.

Pertama Perang Arab-Israel (1948),  kedua Perang Enam Hari (1967), dan ketiga Perang Yom Kippur (1973).

Meskipun dalam tiga kali peperangan itu militer Israel mengklaim sebagai pemenang tapi sesungguhnya peperangan terus berlanjut hingga saat ini.

Dalam kondisi terkini bentuk peperangan yang dihadapi Israel bukan lagi negara lawan negara.

Melainkan pasukan Israel yang kerap menghadapi serangan gerilya dari kelompok-kelompok perlawanan seperti Hizbullah, Hamas, gerilyawan Pembebasan Rakyat Palestina, dan lainnya.

Pada Perang Yom Kippur 1973, militer Israel sebenarnya mengalami kerugian besar dan nyaris kalah karena kurangnya sumber daya manusia.

Demi  mengantisipasi kekurangan sumber daya itu, militer Israel pun mewajibkan para perempuan Israel untuk mengikuti wajib militer.

Di sana, mereka akan digembleng menjadi tentara yang profesional.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved