Luca Siap Pergi ke Surga, Organ Tubuh Bocah Ini Disumbangkan

Sindrom ini mempengaruhi bagian saraf yang mengendalikan tindakan tidak sengaja, seperti detak jantung dan pernapasan.

net
ILustrasi bocah (foto ini tak ada kaitannya dengan berita di bawah) 

POSBELITUNG.COM - Anak laki-laki berusia 11 tahun berpesan pada orangtuanya sebelum meninggal tiba-tiba minggu ini.

Luca Pucella (11) mengatakan ia siap untuk pergi ke surga.

Dilansir dari Mirror, Kamis (14/12/2017), meninggal akibat penyakit langka yang dideritanya.

Luca menderita sindrom ROHHAD (Rapid-onset Obesity with Hypothalamic Dysregulation, Hypoventilation, and Autonomic Dysregulation).

Sindrom ini mempengaruhi bagian saraf yang mengendalikan tindakan tidak sengaja, seperti detak jantung dan pernapasan.

Penderita ROHHAD hanya menyerang 1 dari 75 orang di dunia.

Baca: Murid SD Minum Air Rebusan Jamur Kotoran Sapi, Efeknya Sangat Bahaya, Jangan Ditiru!

Akibatnya Luca memiliki sejumlah masalah kesehatan termasuk pernapasan dan detak jantung berulang.

Sebelum meninggal, Luca mengalami kejang.

Luca bersama ayah, ibu, dan adiknya yang masih berusia 5 tahun.
Luca bersama ayah, ibu, dan adiknya yang masih berusia 5 tahun. (Mirror)

Saat pemakaman, bocah asal South Wales, Inggris ini dibaringkan dalam peti mati warna warni bergambar pelangi.

Pesan dan kata-kata terakhir Luca yang memilukan juga dibacakan saat upacara pemakaman yang digelar pada Rabu (13/12/2017).

Kepolisian South Wales turut mengantar jenazah Luca ke gereja.

Di sana juga turut hadir banyak orang untuk mengucapkan selamat tinggal pada Luca.

"Luca memang siap pergi ke surga. Ini memberi kita kenyamanan saat mengetahui Luca sekarang bebas dari penyakit dan ketidakpastian dunia," ujar ayah ibu Luca, Beth dan Angelo.

"Tugas kita sekarang adalah membiarkan Luca hidup dalam hati dan pikiran kita. Yang lebih penting kita akan mengingatnya dalam perbuatan baik kita," tambahnya.

Kepribadian Luca yang baik dan keterlibatannya dalam beberapa badan amal membuat ia dikenal banyak orang.

Pendeta tempat Luca beribadah mengucapkan terima kasih pada tim kesehatan yang telah mendukung Luca sepanjang hidupnya.

Untuk penghormatan, organ tubuh Luca disumbangkan untuk menyelamatkan nyawa 3 orang.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved