Breaking News:

652 Pasutri di Belitung Timur Belum Punya Akta Perkawinan, Padahal Sudah Miliki Anak Cucu

Menurutnya, permasalahan yang ditemui di lapangan di antaranya, kurang kesadaran masyarakat akan...

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pernikahan palsu 

MANGGAR, POS BELITUNG - Sebanyak 652 pasangan suami istri (pasutri) atau sekitar 53,31 persen dari 1.223 kepala keluarga (KK) non muslim di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) belum memiliki akta perkawinan.

Pasangan tersebut ada yang masih muda dan bahkan sudah punya anak cucu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Beltim Ernadi menyampaikan data itu dalam Sosialisasi dan Pencatatan Akta Perkawinan Massal di Hotel Guest Manggar, Kamis (14/12).

Menurutnya, permasalahan yang ditemui di lapangan di antaranya, kurang kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen akta perkawinan, pasutri beda agama, serta penduduk berstatus kawin namun belum memiliki surat keterangan dari pemuka agama.

"Pencatatan pernikahan penting untuk mengeluarkan akta kelahiran anak-anak dan hal-hal lainnya yang bersifat penting. Apabila pernikahan kedua orang tuanya belum terdaftar di catatan sipil, akta tersebut tak bisa mencantumkan nama ayah yang sah bagi anaknya," ujar Ernaldi dalam rilis Humas Beltim yang diterima Pos Belitung, Kamis (14/12) lalu.

Sementara Bupati Beltim Yuslih Ihza mengatalan, pemkab berupaya meningkatkan mutu pelayanan.

Satu di antaranya melakukan pencatatan perkawinan.

Harapannya, program itu dapat berbanding lurus terhadap pelayanan publik dan terwujudnya tertib administrasi kependudukan.

"Hal ini tentu saja akan berdampak pada status pribadi dan status hukum dalam keluarga, sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi pemda untuk mencari solusi terkait permasalahan pencatatan perkawinan penduduk Beltim," kata Yuslih.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 24 pasangan suami istri diundang buat menerima akta catatan sipil dari Bupati Beltim.

Sebelumnya mereka sudah mengumpulkan berkas persyaratan pencatatan akta perkawinan.

(Pos Belitung/*/nto)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved