Breaking News:

Alamak! Tiga Bersaudara Bandar Sabu Jalankan Bisnisnya Dekat Sekolah Polisi Selama 10 Tahun

Lebih luar biasa, bisnis peredaran narkoba yang dijalankan oleh tiga orang bersaudara ini berlangsung tak jauh dari Kompleks Sekolah...

heart.co.uk
Ilustrasi 

POSBELITUNG.COM - Badan Narkotika Nasional menempatkan Kota Medan di peringkat ketiga dalam peredaran narkotika, di bawah Jakarta dan Surabaya.

Terdapat sedikitnya 73 titik lokasi rawan yang tersebar di 13 wilayah hukum jajaran Polresta Medan dan Polres Pelabuhan Belawan.

Data kuartal kedua 2017, jumlah pengguna narkotika di Sumut mencapai 350 ribu orang. Lebih separuhnya terdapat di Medan.

Peredaran barang-barang terlarang ini bukan tidak dihempang.

Akan tetapi, ironis, makin dihempang peredaran narkotika justru makin kencang melesat. Basis-basis peredarannya terus bertambah.

Satu di antaranya terdapat di kawasan Jl Bhayangkara, Gang M Alim, Kelurahan Indra Kasih, Medan Tembung.

Lebih luar biasa, bisnis peredaran narkoba yang dijalankan oleh tiga orang bersaudara ini berlangsung tak jauh dari Kompleks Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Sampali. Berjarak kurang lebih 500 meter saja.

"Banyak yang belanja ke sana. Namanya I (inisial dari Tribun). Kalau ditanya sudah lama, ya, sudah lama juga. Ada sekitar 10 tahunan jadi BD (istilah untuk menyebut 'bandar narkoba')," kata SN, sumber Tribun Medan/www.tribun-medan.com, saat berbincang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jl Pengadilan, Pekan lalu.

SN sedang menunggu persidangan perkara kepemilikan sabu yang menjeratnya dan sudah masuk ke tahap tuntutan.

SN ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut di kediamannya di kawasan Jl T, sekitar sebulan lalu, dengan barang bukti sabusabu seberat 100 gram.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved