Breaking News:

Nelayan Ngeluh Dilempari Parang Oleh Penambang Ilegal, Begini Sikap DPRD, Sampai Gebrak Meja

Mendengar kisah ini, Bong Ming-Ming emosi. Dia sempat menggebrak meja hingga membuat peserta audiensi kaget.

Bangka Pos / Hendra
DPRD Babel saat melakukan audiensi dengan perwakilan nelayan dari Bangka Barat dan Bangka induk didampingi Lembaga Kelautan dan Perikanan (LKPI) Babel. Senin (17/12/2017). Bangka Pos / Hendra 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

POSBELITUNG.COM, BANGKA -- Raut wajah Ketua Panja Tambang, DPRD Babel geram saat mendengar kegelisahan nelayan dilempari dengan parang oleh penamang ilegal.

Keluhan ini disampaikan oleh Maryono, nelayan dari Desa Pusuk, Kabupaten Bangka Barat saat audiensi nelayan, LKPI dan DPRD Babel, Senin (18/12/2017).

Hadir dalam audiensi tersebut Wakil Ketua I DPRD Babel, Hendra Apollo didampingi oleh Bong Ming-Ming.

Maryono mengatakan bahwa mereka diintimidasi, diancam bahkan dilempari penambang ilegal dengan parang.

"Kami sudah tak tahu lagi mau mengadu ke mana. Saya juga khawatir dengan warga kami," kata Maryono.

Mendengar kisah ini, Bong Ming-Ming emosi. Dia sempat menggebrak meja hingga membuat peserta audiensi kaget.

"Ini harus kita selesaikan. Harus kita lawan, apalagi penambang ilegal ini sudah sampai berani melempari nelayan dengan parang. Saya akan bela nelayan, saya berada di paling depan. Maaf bukan saya memprovokasi, tapi kalau sudah seperti ini sudag membahayakan jiwa nelayan," ujar Bong Ming Ming.

Dia melanjutkan dengan adanya intimidasi dan melempar nelayan dengan parang sudah kriminalitas.

Nelayan harus dilindungi, masyarakat Babel hanya ingin hidup tenang, aman dan damai.

"Bukannya saya benci pendatang. Tapi harus ikut aturan. Aparat hukum kemana, harusnya menegakkan kebenaran," tandas Bong Ming Ming.

Penulis: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved